Syair-Syair Layla Majnun ke-2
Alex Iskandar.com
Syair-Syair Layla Majnun ke-2
Wahai kesegaran pagi yang murni dan indah! maukah engkau menyampaikan
salam rindu pada kekasihku. Belailah rambutnya yang hitam berkilau,
untuk mengungkapkan dahaga cinta yang memenuhi hatiku.
wahai angin maukan engkau membawakan keharuman rambutnya padaku. sebagai
pelepas rindu. sampaikan pada gadis yang memikat hati itu. betapa pedih
rasa hatiku jika tidak bertemu dengannya. hingga tak kuat lagi aku
menanggung beban kehidupan.
aku merangkak melintasi padang pasir. tubuh berbalut debu dan darah
menetes. air mataku pun telah kering. karena selalu menatap dan
merindukannya.
duhai semilir angin pagi, bisikkan dengan lembut salamku. sampaikan
padanya pesanku ini: duhai Layla bibirmu yang selaksa merah delima.
mengandung madu dan memancarkan keharuman surga. membahagiakan yang
memandang. biarkan semua itu menjadi milikku.
hatiku telah dikuasai oleh pesona jiwamu. kecantikanmu menusuk hatiku
laksana anak panah. hingga sayap yang sudah patah ini tidak mungkin
dapat terbang.
berbagai bunga warna-warni menjadi layu dan mati. karena cemburu pada
kecantikan parasmu yang bersinar. engkau laksana dewi dalam gelimang
cahaya. surgapun akan tertarik untuk mencuri segala keindahan yang
engkau miliki. karena engkau terlalu indah dan terlalu berharga untuk
tinggal di bumi.
duhai Layla, dirimu selalu dalam pandangan. siang selalu kupikirkan dan
malam selalu menghiasi mimpi. hanya untukmu seorang jiwaku rela menahan
kesedihan dan kehancuran.
jeritanku menembus cakrawala. memanggil namamu sebagai pengobat jiwa,
penawar kalbu. tahukah engkau, tahi lalat di dagumu itu. seperti sihir
yang tak bisa aku hindari. ia menjadi sumber kebahagiaan yang telah
memikatku untuk selalu mengenangmu. membuat insan yang lemah ini tidak
lagi mempunyai jiwa. karena jiwaku telah tergadaikan oleh pesonamu yang
memabukkan. jiwaku telah terbeli oleh gairah dan kebahagiaan cinta yang
engkau berikan.
dan demi rasa cintaku yang mendalam, aku rela berada di puncak gunung
salju yang dingin seorang diri, berteman lapar, menahan dahaga. wahai
kekasihku, hidupku yang tidak berharga ini suatu saat akan lenyap.
tetapi biarkan pesonamu tetap abadi di hatiku.
duhai, betapa besar bahaya yang menghadang agar dapat berjumpa denganmu.
kukorbankan semua yang aku miliki, kuubah diriku, hingga kau pun tidak
mengenaliku,kuayunkan langkah dengan tetes air mata. dan setelah
memasuki perkampunganmu, kubuang semua tanda-tanda yang membuat orang
mengenaliku. kuikat diriku dengan rantai, bagai budak belian, berjalan
sambil menengadahkan tangan. meminta sedekah. dan bocah-bocah itu tidak
suka melihatku, mereka berkumpul mengelilingiku. menghardik dan
melempariku. seperti anjing berbahaya.kini aku datang di dekatmu.
duhai Layla, tak mampu kutahan air mata yang menetes. kasihanilah kelemahanku, karena begitu berat penderitaanku.
kerabat dan handai-taulan mencelaku, karena aku telah dimabukkan oleh
kecantikan Layla. Ayah, putra-putra paman dan bibi. mencela dan
menghardik diriku. mereka tidak mampu membedakan cinta dengan hawa
nafsu. nafsu mengatakan pada mereka, keluarga kami berseteru. mereka
tidak tahu, dalam cinta tidak ada seteru atau sahabat. Cinta hanya
mengenal kasih sayang.
terima kasih sudah berkunjung.. salam cinta//
Pulo Aren, Malam Sabtu pukul 21:30
Tidak ada komentar:
Posting Komentar