Senin, 26 Mei 2014

Hidangan Cinta

Hidangan Cinta


Dalam setiap tarikan nafas..
Tuhan menghidangkan cinta..
Cinta Tuhan hadir pada suka dan duka kita..
termanifestasi pula pada diam dan gerak..
Hidangan CintaNya ada pada tangis dan tawa..
pada musibah dan anugerah...
nikmat dan bencana..
Hanya kita yang masih buta...
tak bisa menyikapi hidup dengan semestinya..
Hidangan Cintanya bertabur pada tiap detik dan partikel terkecil..
Kita yang tak sadar...
Terkadang sesuatu yang tak kita sukai..
Justeru itulah yang terbaik..
Kadang jua sesuatu yang kita gemari..
justeru itu yang terburuk..
buat diri kita, dunia kita dan akhirat kita..
Semoga Allah memandaikan kita dalam hidup ini..
pada nikmat yang disyukuri..
atau musibah yang disabari...
Hingga kita bisa merasakan..
Betapa nikmatnya hidangan CintaNya.
Pada alam makrokosmos dan mikrokosmos ini.
Hingga sampai pada hidangan SurgaNya...
Inilah Hidangan Cinta dari Sang Maha Cinta..
yang bernama Maaidatur Rahman...
Hidangan Rohani...
dari Langit tertinggi...


Untuk para kekasih.....


Sabtu, 24 Mei 2014

Puisi Pepohonan

Puisi Pepohonan


Pepohonan itu begitu rindang..
Naungan yang teduh dan menyejukkan..
Ooo indahnya bertambah.
Kala dahan-dahannya berbuah..
beraneka ragam warna dan rasa...
Segala puji bagi Allah...
Dia Maha Sempurna..
Merubah buah yang mentah menjadi masak.
memikat hati menyenangkan mata dan memanjakan lidah.
Ooo.. keanehan apa lagi ini.
Mana mungkin tanah yang hitam dan air yang bening bisa begini.?.
Dari mana asalnya aneka buah dan rasa itu.
Dari tanah dan air negeriku tercinta..
Tidak, tidak, aku tak habis pikir.
Ini mukjizat yang agung.
Kenapa dari tanah yang sama dan air yang sama
menghasilkan pepohonan dan buah yang berbeda-beda..
aku tertegun dan hening dalam tafakkur.
Kubuka mata hati dan pikiran...
Ini keagungan..
Ini kehebatan..
Ini aneh...
Aneh jika dilihat dengan seksama.
Bukan karena faktor kebiasaan dengan kelalaian.
Tapi lihatlah.... lihatlah dengan hati dan pikiran yang bersih.
Betapa banyak keajaiban di dunia ini.
Lihatlah... lihatlah dengan iman di hati.
Betapa Tuhanmu menciptakan ranting-ranting molek ini....
akar yang menghunjam bumi..
dan batang menjulang ke langit.
Lihatlah.... keindahan yang menyenangkan ini
embun yang jernih bertamu di daun hijau..
berkilau cantik bak mata bidadari.
Aku terkagum-kagum dengan keajaiban alam ini.
Betapa kuasanya Dzat yang menciptakannya.
Belum lagi kutatap panoramanya...
Langit dengan warna warni senja menakjubkan mata.
hingga hati terasa lapang.
Betapa Tuhan kita menggelar pameran karyaNya.
Aku tertunduk dan malu...
dan mencium-cium tanah ciptaanNya dalam sujud.
Ku tadahkan kedua tangan ke arah langit....
Mengharap ampun dan rahmatNya.
agarku tak termasuk orang-orang yang berlebih-lebihan.
dan selalu bersyukur atas segala nikmat.
Walhamdulillahirobbil'alamiin....

Tijan Ad-Darari Ilmu Tauhid

Tijan Ad-Darari Ilmu Tauhid

Karya: Asy-Syaikh Muhammad An-Nawawi Al-Jawi

Segala puji dan puja hanya untuk Allah Yang Maha Suci dari tanda-tanda ketidakabadian dan segala bentuk dan keadaan. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah yang tidak membutuhkan bantuan makhluk-Nya. Sedang setiap yang hidup (makhluk) akan selalu membutuhkan bantuan-Nya, kapan dan dimanapun. Dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya Muhammad adalah penghulu bagi manusia. Semoga shalawat dan salam selalu tercurah pada-Nya dan kepada ahli baitnya (keluarganya) yang mempunyai keutamaan melebihi sekalian manusia serta bagi para sahabat yang memperoleh kebahagiaan berupa ridha dan meridai (Ridha Allah dan mereka ridha kepada-Nya.

Kitab kecil ini adalah suatu kajian yang merupakan penjelas dari risalah yang ditulis oleh Syaikh Bajuri dengan judul "Tijan Ad-Darari fi Syarhi Risalatil Bajuri".

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Nama "Jalalah" (Allah) adalah menunjuk kepada Dzat yang menghimpun seluruh sifat ketuhanan. Dan "Maha Pengasih" adalah Dzat yang banyak mencurahkan rahmat kepada seluruh hamba-Nya dengan menutupi (mengampuni) kesalahan-kesalahan mereka di dunia ini. Sedang "Maha Penyayang" adalah Dzat yang selalu melimpahkan rahmat kepada semua hamba-Nya di akhirat nanti dengan memberi ampunan dan Surga.

Oleh karena itu, seorang hamba hendaklah selalu memandang Allah dari segi kekuasaan-Nya dan memandang kasih dari segi nikmat-Nya serta sayang dari segi pemeliharaan dan ampunan-Nya pada setiap dosa.

Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam. Yang menjadi raja bagi langit dan bumi, untuk disembah oleh segenap makhluk-Nya.

Rahmat dan keselamatan semoga selalu terlimpah kepada Rasulullah saw. kata "Muhammad" menjadi isim alam, sebab hanya berlaku untuk Dzat yang mulia.




Keharusan Seorang Mukallaf Untuk Mengenal Sifat-Sifat Wajib dan Mustahil Bagi Allah

Diwajibkan bagi setiap muslim mukallaf (yang telah dewasa) laki-laki maupun perempuan, baik dari golongan awam, para hamba, dan pelayan agar ia mengetahui sifat-sifat yang wajib, mustahil dan jaiz bagi Allah swt. Sebagaimana difirmankan:
"Maka ketahuilah, bahwasanya tiada Tuhan selain Allah."

Pengetahuan ialah suatu penemuan yang mantap dan bersih serta tidak diikuti oleh kebimbangan yang hal ini, sesuai dengan kenyataan (dalil).

Menurut syariat agama, orang tersebut dikenai kewajiban individu (wajib ain) untuk mengenal akidah beserta dalilnya secara global.

Adapun mendalami akidah beserta dalilnya secara terperinci hukumnya adalah fardu kifayah bagi mereka. Dengan demikian, setiap daerah yang sulit dijangkau (pedalaman) dan penghuninya pun sulit untuk mendatangi daerah lain, maka hendaknya disana ada seorang yang mendalami akidah beserta dalil-dalilnya secara rinci (ulama, kyai). Karena kadang-kadang disana terdapat kesamaran atau kesalahpahaman, maka orang tersebut akan segera menolaknya atau membetulkannya.

Yang dimaksud dengan dalil global ialah dalil yang membutuhkan penafsiran dan pembuktian dari sifat keglobalannya. Apabila anda ditanya: Apakah dalil yang membuktikan bahwa Allah swt. itu ada (wujud)? Lalu anda menjawab: Alam ini. Akan tetapi anda tidak mengerti dari segi mana membuktikannya. Apakah yang menunjukkan itu sifat barunya alam atau anda mengerti namun tidak mampu menjelaskan dalilnya. Oleh karenanya, dalil anda (yaitu alam) adalah merupakan dalil global.

Pengertian seorang mukallaf akan akidah beserta dalilnya sama saja dengan memahami makna akidah dengan terbukanya tabir (penutup) hati.

Ketahuilah, bahwasanya merupakan suatu keharusan atas setiap orang mukallaf untuk mengetahui semua sifat yang wajib, mustahil dan jaiz bagi Allah. Maka segala sesuatu yang bersumber dari dalil aqli atau naqli secara global, seperti, Allah wajib mempunyai sifat sempurna dan bersih dari segala sifat kekurangan, wajib diketahui dalilnya secara global. Untuk itu, wajib bagi kita meyakini bahwasanya Allah mempunyai sifat sempurna yang tiada terhingga apabila dipandang dari segi bilangan. Allah swt berfirman:

Walaa yuhiithuuna bihi 'ilman





Selasa, 20 Mei 2014

Puisi Untuk Pak Jokowi dan Pak Prabowo

Puisi Untuk Pak Jokowi dan Pak Prabowo


Indonesia bertanya-tanya
Siapa pemimpin masa depan
yang akan menjadi Presiden Tanah Surga ini?
Pak Joko atau Pak Bowo
Dua-duanya orang hebat
Calon pemimpin yang tangguh.
Dua-duanya pemimpin perubahan.
dengan gayanya masing-masing
Pak Joko yang bersahaja dan merakyat.
Pak Bowo yang berwibawa dan pemberani.
Dua-duanya ingin merubah Indonesia.
Keduanya menjadi harapan Indonesia Baru.
Indonesia yang sejahtera.
Untuk Pak Joko,
Kami semua berharap,
jika nanti jadi pemimpin kami,
Sayangi kami dan lihatlah penderitaan kami.
Berjuanglah untuk senyum kami.
Berjuang untuk jadikan Indonesia sejahtera lahir batin.
Untuk pak Bowo yang berwibawa,
Kami semua berharap,
Jika nanti jadi pemimpin kami,
Gunakanlah keberanian bapak untuk mendobrak Indonesia.
Jadikan Indonesia kembali menjadi macan Asia bahkan macan dunia.
Macan yang memangsa para koruptor yang menjadi maling di rumah sendiri.
agar rakyat sejahtera dan dapat hidup layak sebagaimana mestinya.
Untuk bapak-bapak yang menjadi harapan kami.
kami titipkan segenggam harapan Indonesia untuk bapak jaga.
kami titipkan Indonesia kepada bapak berdua.
siapapun yang memegang,
kami mengamanahkan Indonesia tercinta ini.
Tanggungjawab yang besar yang kami pikulkan ke pundak bapak.
jika bapak-bapak amanah, kami akan membantu memikul bersama.
Jika tidak, biarlah sejarah mencoret nama tuan-tuan dari daftar hati rakyat dan dunia.
tiada harapan kami yang terlalu muluk.
kecuali Indonesia Maju dan sejahtera tanpa korupsi..






Kamis, 15 Mei 2014

Syair Dilanda Rindu

Syair Dilanda Rindu


Lelah sudah
Berputar disekitar rumah
Siapa gerangan?
Penghuni si gadis lajang
Duhai kasih yang cantik rupawan
hati ini memanggil-manggil dan mengenangmu
dalam diam dan gerak
dalam siang dan malam
wajahmu selalu terbayang
Oh yang dicinta
hatiku merindumu
pada tiap bunga yang kutatap
tersenyum bibirmu disana
pada tiap hembusan angin
seakan kau membelaiku
pada tiap daun yang berserakan
hatiku memandang perih wajahmu
Mungkin aku sedang dilanda rindu
pada apapun yang kulihat
seakan seperti wajahmu
Oh kasihku
Aku merindukanmu
kala pagi dan petang
kunanti hadirmu di sini
disisiku
menemani tawa dan tangisku
Walau ke ujung samudera
pasti akan kutunggu
hingga akhir waktu.

Minggu, 11 Mei 2014

Puisi Perang Diri

Puisi Perang Diri


Aku terhempas ombak yang dahsyat
menggoncang jiwa
membungkam mulut
membingungkan
seakan langkah kaki terhenti
dalam kebisuan dan sepi
malam semakin gelap
seakan hilang arah tujuan
sedih nestapa
Oh malam kau jadi teman setia
dengan zikir jangkrik
dan suara burung hantu
tak jemu kutatap bintang-bintang
mencari tahu pada awan hitam
berbincang dengan kabut
sendu sepi
Oh hati yang merana
dalam kesepian ini
mencari penghibur hati yang baik hati
kutenggelamkan diri pada zikir dan quran
mencari cahaya dalam gelap hidup
aku terjatuh dan terjatuh
nafsu selalu mengajak kepada keburukan
aku berperang dan berperang
hatiku ditikam belatinya
aku kembali bangkit dan ku tebaskan pedangku
ia licik dan lihai dalam perang ini
dan aku selalu memeranginya
hingga kemenangan datang
dan pertolongan Tuhan turun
dengan pendekar langitnya yang gagah
malaikat keabadian
pembawa rahmat.

Sinan Kecil

Sinan Kecil


Sinan anak petani. Ayahnya juga mencari tambahan hidup dengan memasang bubu atau pengumpul ikan di galengan. Lumrahnya orang dulu itu takut pada ayahnya. Sinan kecil pun begitu takut kepada ayahnya yang galak. Ketika bubu ayahnya hilang pada pagi hari, Sinan diomelin habis-habisan dan tak diperbolehkan masuk rumah dan tak dikasih makan. Ayah Sinan mengancam, jika hilang lagi maka ia tak akan dikasih makan dan masuk rumah. Sinan pun nekat. Pada malam harinya ia menunggu si pencuri bubu di sawah. Bubu yang dipasangnya ia tunggu semalaman. Karena banyak nyamuk yang menggigit, Sinan mengubur dirinya di tanah dan hanya mengeluarkan kepalanya saja, karena penasaran siapa yang selama ini mencuri bubunya.

Malam semakin larut dan nyamuk semakin tak kenal kasihan mengigiti, tapi Sinan bersabar dan tetap bertahan. Akhirnya ada suara orang datang, hatinya berdegup kencang. Suara itu dari belakangnya dan betapa kesalnya Sinan, pencuri bubu itu menginjak kepalanya hingga mukanya penuh lumpur. Sinan mengaduh dan si pencuri lari terbirit birit karena ada makhluk penunggu bubu. hehehe cuma berbagi..

Mang Sinan

Mang Sinan


Pagi itu mang Sinan pergi bersama anaknya Indri mencari ikan. Untuk menghidupi keluarga orang mau bekerja apa saja walau dibilang hina asal halal. Sampailah mang Sinan dan Indri di kawasan banjir di suatu kampung. Mang Sinan segera menebar jala, ikan-ikan banyak yang didapat. Indri pun senang.

Ketika hendak mau pulang mang Sinan karena merasa tak enak pada orang kampung itu, dan iseng-iseng menawarkan ikannya, tadinya hanya basa basi, eh ternyata ibu-ibu yang disitu mengambil habis ikan-ikannya. Mang Sinan menyesal dan Indri mukanya berubah kaya keong racun, cemberuut. Mang Sinan pasrah walau hari ini tiada hasil. Tapi syukurnya, ada ibu-ibu yang membawakan makanan kepada Mang sinan dan anaknya.

Mang Sinan pun berkata kepada anaknya, "Tuh kan Dri, Allah mah pasti membalas kebaikan orang. Kamu jangan cemberut baee."
Indri, "Heheheh iya pak."

Kebaikan dan usaha yang kita lakukan pasti ada balasannya. Beserta kesusahan ada kemudahan. Terus berjuang dalam hidup. Walau sering kita terjatuh dan terjatuh lagi.

Sabtu, 10 Mei 2014

Bersungguh-sungguh

Bersungguh-sungguh


Man Jadda wajada
Barang siapa bersungguh-sungguh maka ia akan dapat.

Ini salah satu mahfuzhot atau kata mutiara yang penuh gelora. Yang mana kesungguhan dalam hal apapun akan menghasilkan kesuksesan. Orang yang bersungguh-sungguh ia akan bahagia. Karena keberhasilan di depan mata. Kesungguhan dan kesuksesan adalah dua pasangan yang saling bergandengan. Kesuksesan hasil dari kesungguhan. Tuhan akan menghargai perjuangan anda dan menggaji kerja anda apapun itu. Menanam benih kebaikan akan dapat kebaikan, menanam benih keburukan akan dapat keburukan. Menanam padi bisa saja tumbuh rumput, tapi menanam rumput belum tentu tumbuh padi. Jadi adakalanya ketika anda mengerjakan kebaikan ada bonus rumput sebagai tambahan jika kerja anda kurang kesungguhan.

Orang Cina berkata, barangsiapa yang banyak mengeluarkan keringat dikala damai, maka akan sedikit mengeluarkan darah dikala perang.

Kemenangan dan kesuksesan membutuhkan perjuangan. Dan hasilnya bisa cepat atau lambat. Bersabar saja jika pohon yang anda tanam belum berbuah dengan terus menyiram dan memupuk hingga hasilnya terlihat. Jika anda tidak menuai hasil biarlah anak cucu yang menikmatinya. Semua kerja anda tak akan sia-sia.

Jumat, 09 Mei 2014

Neng Gayah

Neng Gayah


Pagi itu neng Gayah dengan pakaian yang dekil pergi ke sawah. Padi telah menguning. Ia berjalan di galengan sawah dan melihat ke kanan kiri, "tidak ada orang" pikirnya. Ia mengeluarkan plastik hitam dari kantong celananya. dan mulai memetik tangkai-tangkai padi di sawah itu. Ia duduk untuk menghilangkan diri dari pandangan orang. Maklumlah, ia gadis yang miskin. Butuh makan dan jajan walau iseng-iseng dengan keluguannya ia mencuri. Ketika ia mengambil tangkai padi sambil duduk di atas rumput yang meninggi, ia kesulitan, tangkai padi itu terasa alot. Akhirnya ia gigit dengan giginya hingga akhirnya bibirnya tergores dan mulutnya berdarah. Tak kapok dengan lukanya itu, ia tetap menggigit tangkai-tangkai padi itu dan memasukannya ke dalam plastik.

Karena asyiknya ia tak sadar pak Haji, pemilik sawah datang dan memergokinya sedang mengambil tangkai-tangkai itu. Pak Haji menyapa, "Luh si Gayah ya? anaknya mpok Mar?" neng Gayah kaget dan salah tingkah serta menjawab, "Eh, iya pak Haji." sambil cengar-cengir. "Itu kenapa mulutnya pada berdarah?" tanya pak Haji lagi. "Eh ini tadi jatuh pak Haji." neng Gayah terpaksa berbohong. "Ayo atuh ikut ke rumah." ajak pak Haji. Neng Gayah bergidik ketakutan, pikirannya macam-macam, tapi melihat wajah teduh pak haji ia positif thinking saja.

Sampai di rumah, pak haji menawarkan ikatan-ikatan tangkai padi pada neng Gayah. "Gayah, silakan bawa pulang padi-padi itu. sekuat kamu."  neng Gayah tersenyum manis berterima kasih atas kedermawanan pak Haji dan membawa satu ikat tangkai padi yang ia letakan di atas kepalanya. Ia berjalan pulang sempoyongan hingga sering ia terpeleset jatuh di galengan sawah yang ia lewati. Pak Haji tersenyum melihat tingkah lucu anak miskin itu. Ia merasa kasihan anak sekecil itu harus mencuri hingga mulutnya terluka.

Sampai di rumah neng Gayah ditanya mpok Mar. "Lah itu dari mana padi satu iket? kamu nyolong ya?" sambil keheranan. "Tidak mak, ini dari pak Haji." jawab neng Gayah. "Lah itu mulut luh kenapa berdarah?" tanya ibunya lagi. "Tadi jatuh di sawah mak." jawab neng Gayah dengan niat memang tadi di sawah jatuh bawa padi sempoyongan.

Pertarungan Timur dan Barat

Diambil dari Ceramah Abah Uci Cilongok Sekarang negara mana yang benar-benar memegang Syariat. tidak ada. Sebab dalam kompetisinya kalah....