
Aku bertanya-tanya pada hati dan logikaku,
Kenapa Allah Yang Maha Kuasa menciptakan alam jagat ini?
Banyak sekali hikmah yang bisa dipetik.
Dulu alam ini tak ada. Lalu Allah berkehendak menciptakannya.
Dengan kehendak itu Allah menciptakan segalanya.
Arasy yang agung, langit dan dunia, malaikat, jin dan manusia.
Melalui episode-episode yang dilukiskan al Qur'an.
Allah ciptakan makhluk untuk mengenal-Nya.
Menyembah-Nya dan berbakti pada-Nya.
Allah ciptakan Malaikat dari cahaya, Jin dari api, dan Adam dari tanah.
Allah mencintai kekasih-Nya Muhammad.
Nurnya terpancar.
Langit ditinggikan,
Bumi terhampar,
Surga diindahkan,
Neraka dikobarkan,
Malaikat menjadi makhluk yang paling taat,
Iblis ingkar dan berpaling,
Adam diantara keduanya,
dibebaskan untuk memilih taqwa dan ingkar.
Episode kehidupan pun berlanjut.
Hawa dan Adam tergoda iblis.
Penurunan ke dunia.
Perjalanan kehidupan berlanjut.
Iblis berjanji akan menggoda bani Adam hingga akhir dunia.
Zaman demi zaman berlalu.
Iblis ingin membuktikan agumennya bahwa Adam dan keturunannya tak pantas disembah hormat,
karena akan banyak penyembah Iblis.
Allah berfirman, kecuali orang-orang yang ikhlas
Manusia membangun peradaban yang tinggi
Adam sang ilmuwan.
Idris sang penemu
Nuh sang pembuat perahu.
Ibrahim sang pembangun tauhid dan ka'bah
pusat kiblat dunia.
Ismail sang Penyabar dan mengorbankan dirinya.
Bani Israil dibimbing para nabi.
hingga Isa sang pecinta yang penuh kasih sayang.
Manusia tersesat dan semakin jahiliah
Rasul pamungkaspun terbit di padang pasir tandus
tak pernah diperhitungkan dunia sebelumnya
Bayi bercahaya itu lahir di sekitar Ka'bah
Pohon dan batu bersujud
Menjadi al Amin dan dicintai Quraisy
Hingga akhirnya diusir karena mendakwahkan kebenaran
Hijrah membangun madinah
dan akhirnya kemenangan itu datang dan cahaya itu bersinar ke pelosok jagad.
hingga kini sinar itu masih ada.
dan mulai redup kembali
ku tunggu kebangkitan itu datang,
dan kutunggu pendekar tauhid muncul.
tapi zaman menghardikku
jangan hanya menunggu.
kebangkitan itu harus terpancar dari tiap hati orang mukmin.
dan perjuangan itu terus berlanjut dari waktu ke waktu
genggamlah al Quran dan gigitlah petunjuknya dengan gigi geraham
karena setiap abad Mujadid itu ada.
berjuanglah bersamanya.
setiap detik dan nafasmu.
Harapan itu masih ada.
Karena itulah kau terlahir kedunia.
Perhatikanlah mentari terbit dan tenggelam.
siang dan malam.
kelahiran dan kematian.
kejayaan dan kemunduran.
Setiap Zaman mencatat sejarah Sang Pendekar Islam.
Tulislah namamu dalam daftar itu.
sebelum kematian menghapus namamu dalam buku kehidupan.
Belajarlah dari orang-orang yang telah sukses.
mengukir sejarah dengan pahat karya.
Selamat berjuang duhai pendekar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar