Sabtu, 27 Desember 2014

Api dan Air

Api dan Air



Api dan Air
Aku berkeluh kesah
tentang dunia ini
tentang pedihnya hidup
tentang kehilangan orang yang dicintai
tentang keinginan yang tak tercapai
tentang sulitnya menahan dan menelan kesabaran
tentang kejamnya dunia dan bangkai-bangkai terkapar
aku mengadu padamu tentang segala gundahku dan nestapa hidupku
tapi kau hanya berkata...
Tersenyumlah dan tetaplah bersabar
karena kesabaranlah yang menjadi kekuatan keduamu
semua akan dibalas sesuai keringatnya masing-masing.
Aku teriaki angin dan kupukul air dan kuinjak-injak bumi
mereka berkata...
kami menerima itu semua..
dan kami senang ikhlas menerima itu semua.
Jawabku, apa kalian tak punya hati yang bisa merasakan benci dan cinta
mereka menjawab, kami tak punya rasa benci, hanya cinta.
Aku nyalakan api dan kubakar kayu-kayu kering di hatiku..
dan kulihat api berkobar besar..
semakin aku lemparkan kayu, semakin besar api itu..
aku paham, api tak pernah kenyang dengan kayu kering ini.
dan api berkata, berikanlah kekasihku padaku...
kataku, siapa kekasihmu?
jawabnya, siapa lagi kalau bukan air.
aku heran, bukankah air itu musuhmu.
api menjawab, bukan, ia kekasihku.
ketika aku berkobar-kobar, hakikatnya aku memanggil kekasihku..
dan setelah ia datang, kami akan menjadi simfoni asap yang terbang ke angkasa.
itulah maknanya, setelah kesulitan akan datang kemudahan.
setelah gelap terbitlah terang.
dan kemenangan keruntuhan kami pergilirkan diantara kamu.
setiap peristiwa pasti ada rahasia yang terungkap.
dan seorang ibu, sangat mengerti makanan apa yang pantas untuk anaknya.

Pertarungan Timur dan Barat

Diambil dari Ceramah Abah Uci Cilongok Sekarang negara mana yang benar-benar memegang Syariat. tidak ada. Sebab dalam kompetisinya kalah....