
Alex Iskandar.com Ilmu Padi
Suatu sore, seorang ayah dan anak berjalan-jalan ke sawah, melihat tanaman padi yang mulai menguning. Keduanya berjalan di galengan membelah pesawahan petak demi petak. Si anak melihat ke kiri dan kanan, mengamati dan mencari tahu, ada pemandangan yang kontras antara padi padi itu. Ada padi yang menunduk dan ada yang tegak berdiri. Keingintahuan si anak mencuat dan ia bertanya kepada ayahnya. Dengan keluguannya.
"Ayah, alangkah gagahnya padi yang berdiri tegak itu. dan yang menunduk seperti sakit?"
Sang Ayah tersenyum dan mengambil dua batang padi yang ditanyakan anaknya itu.
"Nak, lihatlah dan perhatikan dengan baik. yang kau bilang tegak dan gagah itu, adalah padi yang kosong. Dan yang kau kira sakit dan merunduk itu adalah padi yang berisi. Ini adalah perumpamaan orang bodoh dan orang yang berilmu. Jika orang itu tak berilmu, dia akan sombong dan menegakkan diri, tapi orang yang banyak ilmunya akan tawadhu' tunduk dan tak besar kepala. Kita jangan tertipu dengan penampilan seseorang. bisa jadi orang yang kelihatannya biasa saja dan penampilannya sederhana, bisa jadi ia adalah orang yang paling tinggi ilmunya dan paling tinggi derajatnya disisi Allah swt. karena dari itu jangan meremehkan orang lain dan apapun. Karena Allah menciptakan makhluk memiliki kelebihan dan hikmahnya masing-masing."
"Kenapa orang bisa sombong ayah?" anaknya bertanya lagi.
"Karena ia tidak sadar atau mungkin lupa, bahwa dia ada karena ada yang mengadakan, ia lupa bahwa ia tidak punya apa-apa, semua adalah milik Allah swt. apa yang ada pada kita hanyalah titipan. Dan tak pantas untuk disombongkan." tegas sang ayah.
"Oh, jadi kita ini milik Allah dan akan kembali kepada Allah?" kata sang anak sambil memegang dadanya.
"Betul nak. Innaa lillahi wa inna ilaihi rojiun. dan pusat kebaikan manusia itu berada dibalik dadamu yang kau pegang itu. dihatimu. jagalah dari sifat-sifat buruknya dan penyakitnya." senyum sang ayah dengan pemahaman sang anak.
"Apa saja penyakit hati itu ayah?" tanya anaknya penasaran.
"Hirshi rakus, hasad hasud, kibri sombong, tsumma riya' kemudian riya, beribadah karena ingin dilihat orang, bukan karena Allah. jagalah hatimu jangan sampai didiami sifat itu. perbanyaklah berdzikir kepada Allah dan takutlah kepadaNya." terang ayahnya.
"Baik ayah, sami'naa wa 'atho'naa." jawab sang anak sambil mengangguk.
"Barakallahu fi 'ulumika ya bunayya." doa ayahnya sambil membelai kepala sang anak.
"Aamiin ya abatii."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar