Munajat Si Dagul
Munajat Si Dagul
Seperti biasanya Dagul malam itu melakukan wirid. dari jam 1 sampai jam 3. ia terus tenggelam dalam zikirnya. Ia merasakan kenikmatan dan kedamaian dalam zikirnya itu. dan sampailah ia pada keadaan kasyaf. ia melihat di hadapannya gambaran banjir yang besar. air hingga sampai pohon kelapa. rumah penduduk porak poranda dan banyak memakan korban manusia. ia seakan-akan melihat masa depan. hatinya merasakan kesedihan hingga air matanya mengucur tak kuat melihat pemandangan dunia yang sangat memilukan. ia Bermunajat:
"Ya Allah, apakah akan seperti ini keadaan umat manusia?
tak kuat aku. Tak kuat aku menyaksikannya.
Ya Allah, aku ingin pulang. ingin pulang keharibaan-Mu ya Robb.
tak kuat aku melihat musibah ini."
Lalu ada suara yang terdengar di hatinya:
"Jangan dulu, masih banyak yang harus kau lakukan dan kerjakan.Belum saatnya kau kembali pulang."
Dagul terus terisak. Air matanya mengucur deras. hingga hingga subuh tiba.
Terima kasih telah berkunjung,
jangan lupa share n comment...
Jumat, 03 Maret 2017
Ku Lanjutkan Tulisanku
Oleh: Zakiyatul 'Adawiyah

Ku lanjutkan tulisan ku
Namun bukan lagi kisah yang sama.
Tetapi tentang hal yang baru bisa ku rasakan beberapa bulan yang lalu,
Yang membuat ku sadar
Bahwa menjalankannya tak semudah saat dulu Aku membayangkan nya,
Tak semudah teori yang ku buat tentang hal itu.
Ku lanjutkan tulisan ku,
Meski jemari merasa kelu saat menumpah tinta menyusun kata per kata.
Ini hal yang berbeda sangat berbeda.
Lebih sulit dari perjuangan ku beberapa tahun lalu. .
Kini, izin kan Aku tuk lanjutkan tulisan ku....
Kini, izin kan Aku tuk lanjutkan tulisan ku....
Tinggalkan jejakmu dengan share n coment... terima kasih.
Langganan:
Postingan (Atom)
Pertarungan Timur dan Barat
Diambil dari Ceramah Abah Uci Cilongok Sekarang negara mana yang benar-benar memegang Syariat. tidak ada. Sebab dalam kompetisinya kalah....
-
Diambil dari Ceramah Abah Uci Cilongok Sekarang negara mana yang benar-benar memegang Syariat. tidak ada. Sebab dalam kompetisinya kalah....
-
Ku lihat Ku lihat si kakek pemulung di depan tokoku membawa karung besar dengan kail pemulung kulihat mata sebelahnya buta mengutip ...