
Alex Iskandar.com Menjual Ayat Allah
Sore itu, saya masuk ke kobong pondok. Ada beberapa santri senior di dalam. ketika ustadz yang ngabdi di pesantren membuat kaligrafi untuk dijual, salah satu santri mengkomplain bahwa kita tidak boleh menjual ayat-ayat Allah dengan memperdagangkan kaligrafi. ia menyitir ayat al Qur'an liyasytaruu bihi tsamanan qoliilaa. untuk menjual ayat Allah dengan harga murah. tapi dibantah oleh sang ustadz bahwa tafsir ayat itu bukan menjual kaligrafi yang notabene menghiasi rumah-rumah umat islam. maksud dari menjual ayat Allah itu adalah orang yang merubah ayat Allah dengan tangan mereka sendiri dan mengatakan ini dari sisi Allah padahal bukan, mereka menulis itu untuk eksistensi keuntungan duniawinya dengan menyesatkan manusia dan merubah isi kitab Allah. seperti Yahudi dan Nasrani. bukan dimaksud menjual kaligrafi.
Akhirnya santri senior itu terdiam. karena memang pemahamannya terhadap al-Qur'an masih minim, tapi rewel dengan berlaga sotoy. sedang sang ustadz sudah membaca al quran seluruhnya dan juga mempelajari tafsirnya serta asbabun nuzulnya. hendaklah kita tidak mudah mengklaim bahwa kitalah yang paling benar. karena orang mempunyai tingkatan dalam memahami sesuatu. ada ilmul yaqin, 'ainul yaqin, dan haqqul yaqin.
Ilmul yaqin, ialah keyakinannya berdasarkan ilmunya. contoh gampang ketika dia melihat asap, ia tahu dengan ilmunya bahwa pasti di sana ada api. karena tiada asap bila tiada api.
'Ainul yaqin, ialah keyakinan berdasarkan pandangan mata. contoh, anda yakin kalau ada api hanya dengan benar-benar melihat api itu berkobar dengan penglihatan mata kepala.
Haqqul yaqin, ini yang paling tinggi, dimana kita meyakini sesuatu dengan benar-benar merasakannya langsung. benar-benar yakin. tiada keraguna lagi. jika anda tidak percaya ada api dgn adanya asap, mencarinya dan melihatnya tapi masih belum yakin benar dan dengan semangatnya anda mencium bara api itu dengan bibir anda sehingga bibir anda jontor dan merasakan panasnya dimulut anda. itulah yang namanya haqqul yakin.
kebenaran pun ada tiga tingkatan.
1. benar menurut sendiri
2. benar menurut orang banyak
3. benar menurut Allah
Kebenaran sejati adalah kebenaran menurut Allah swt.
wallahu a'lam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar