Kembali Membaca
Dalam hidup ini, kita semua tahu bahwa Malaikat Jibril membawa wahyu kepada Nabi Saw. di gua Hira, yang pertama adalah Iqra', bacalah! perintah membaca. perintah untuk membuka semua pintu ilmu pengetahuan. dan menulis pun diawali dengan membaca. dan aku kembali mengambil buku kecil yang telah usang di tokoku. dan kubuka serta kubaca.
THE BOOK OF LOVE
Kedirian itu
ibarat musim gugur
yang menyelimuti taman.
Dan engkau
yang ingin melihat
wajah dan senyum
dari taman,
tunggulah musi semi
yang akan membuka
selubung kepalsuan
musim gugur.
Buku ini adalah tulisan Jalaluddin Rumi, tentang syair cinta. buku yang dulu membuatku jatuh cinta dan ingin belajar kebijaksanaan dari beliau.. dan kemarin juga aku menonton film beliau di Youtube. dan banyak sekali hikmah kehidupan yang kureguk.
Jika kau bukan seorang pecinta,
jangan pandang hidupmu adalah hidup.
sebab, tanpa cinta segala perbuatan tidak akan
dihitung pada hari perhitungan nanti.
Setiap waktu yangg berlalu tanpa cinta,
akan menjelma menjadi wajah memalukan
di hadapan Tuhan.
(Jalaluddin Rumi)
Minggu, 27 Mei 2018
Pesan Menulis dan Sholawat
Pesan Menulis dan Sholawat

Dalam mimpi, kiaiku berpesan agar aku menulis dan bersholawat. Aku bingung, apa yang harus ku tulis. sedang sekarang aku sudah jarang sekali menulis. gelora menulisku seakan surut dan hilang. tidak seperti waktuku di pesantren dulu. aku sampai berkeinginan untuk menulis ratusan buku. dan sekarang entah pergi ke mana semangat itu.
Kalau untuk sholawat, sedikit demi sedikit aku sudah mulai melantunkannya. bersama anak-anak pengajian di waktu malam jika tidak ada halangan. di bulan Ramadhan ini pun mereka masih semangat untuk melantunkan sholawat kepada Nabi saw. sambil memukul hadroh yang masih semau mereka memukulnya.
jika ku ingat-ingat kembali masa-masa aku sekolah dulu dan masih bergeloranya diriku akan dunia tulis menulis, aku menjadi heran kenapa sekarang ketika ada komputer di toko dan laptop di rumah. malah malas untuk menulis dan berkarya. sedangkan dulu yang hanya ada buku dan pulpen saja, aku kuat menulis lama. ternyata inspirasi tak selamanya datang dikala lapang. banyak inspirasi yang muncul, bahkan di waktu susah dan terbatas segala sesuatunya.
Aku merenungi kembali kehidupan ini. tentang warna-warni dunia dan cinta. Ghiroh dan ilmu pun ku tafakkuri. dulu Imam Syafi'i mengembara untuk mendapatkan ilmu ke beberapa tempat. dan melakukan penelitian bertahun-tahun, hingga ilmu beliau masih kita rasakan manfaatnya hingga hari ini. kerja keras ulama terdahulu dalam menuntut ilmu menghasilkan manfaat yang luar biasa. sedang di zaman now ini, betapa mudah kita menggali ilmu dan informasi, tapi seakan tidak ada keberkahan padanya. tidak benar-benar berbekas pada hati kita dan teraplikasi dalam amal sholeh yang istiqomah.
kesalahan apa yang kita lakukan. Kurang apa kita selama ini. hingga cahaya ilmu seakan-akan mati di hati. mungkin ini yang harus kembali kita introspeksi untuk kembali melangkahkan kaki di jalan yang benar. untuk zaman ini, kita sulit sekali untuk mendidik anak-anak kita. kenapa? teknologi yang semakin canggih ternyata membuat anak-anak kita lebih malas dan tak tertarik lagi dengan ilmu yang bermanfaat. dan banyak gangguan yang teknologi sekarang ada yang memalingkan anak-anak kita dari menuntut yang lebih bermanfaat. jadi kita terlena dengan keindahan teknologi yang memudahkan segalanya. kita tak lagi mau keluar keringat berjalan jauh untuk mengutip satu kalimat ilmu.
Betapa indahnya dulu, waktu ku sekolah dan tidak ada hp. aku selalu bergelut dengan buku dan menulis. dan semangatku ketika itu meletup-letup untuk menjadi penulis hebat dan menceritakan kisah dunia, dan kini semoga api semangat itu belum padam dan kembali berkobar. hingga aku bisa terus mengasah keterampilan menulisku di sini dan bisa bermanfaat bagi pembaca sekalian. tiada ilmu yang kumiliki melainkan apa yang telah Allah ajarkan kepadaku. dan aku berserah diri pada-Nya. dan Allah memberi hidayah kepada hamba-Nya yang Dia kehendaki.
wallahu a'lam....

Dalam mimpi, kiaiku berpesan agar aku menulis dan bersholawat. Aku bingung, apa yang harus ku tulis. sedang sekarang aku sudah jarang sekali menulis. gelora menulisku seakan surut dan hilang. tidak seperti waktuku di pesantren dulu. aku sampai berkeinginan untuk menulis ratusan buku. dan sekarang entah pergi ke mana semangat itu.
Kalau untuk sholawat, sedikit demi sedikit aku sudah mulai melantunkannya. bersama anak-anak pengajian di waktu malam jika tidak ada halangan. di bulan Ramadhan ini pun mereka masih semangat untuk melantunkan sholawat kepada Nabi saw. sambil memukul hadroh yang masih semau mereka memukulnya.
jika ku ingat-ingat kembali masa-masa aku sekolah dulu dan masih bergeloranya diriku akan dunia tulis menulis, aku menjadi heran kenapa sekarang ketika ada komputer di toko dan laptop di rumah. malah malas untuk menulis dan berkarya. sedangkan dulu yang hanya ada buku dan pulpen saja, aku kuat menulis lama. ternyata inspirasi tak selamanya datang dikala lapang. banyak inspirasi yang muncul, bahkan di waktu susah dan terbatas segala sesuatunya.
Aku merenungi kembali kehidupan ini. tentang warna-warni dunia dan cinta. Ghiroh dan ilmu pun ku tafakkuri. dulu Imam Syafi'i mengembara untuk mendapatkan ilmu ke beberapa tempat. dan melakukan penelitian bertahun-tahun, hingga ilmu beliau masih kita rasakan manfaatnya hingga hari ini. kerja keras ulama terdahulu dalam menuntut ilmu menghasilkan manfaat yang luar biasa. sedang di zaman now ini, betapa mudah kita menggali ilmu dan informasi, tapi seakan tidak ada keberkahan padanya. tidak benar-benar berbekas pada hati kita dan teraplikasi dalam amal sholeh yang istiqomah.
kesalahan apa yang kita lakukan. Kurang apa kita selama ini. hingga cahaya ilmu seakan-akan mati di hati. mungkin ini yang harus kembali kita introspeksi untuk kembali melangkahkan kaki di jalan yang benar. untuk zaman ini, kita sulit sekali untuk mendidik anak-anak kita. kenapa? teknologi yang semakin canggih ternyata membuat anak-anak kita lebih malas dan tak tertarik lagi dengan ilmu yang bermanfaat. dan banyak gangguan yang teknologi sekarang ada yang memalingkan anak-anak kita dari menuntut yang lebih bermanfaat. jadi kita terlena dengan keindahan teknologi yang memudahkan segalanya. kita tak lagi mau keluar keringat berjalan jauh untuk mengutip satu kalimat ilmu.
Betapa indahnya dulu, waktu ku sekolah dan tidak ada hp. aku selalu bergelut dengan buku dan menulis. dan semangatku ketika itu meletup-letup untuk menjadi penulis hebat dan menceritakan kisah dunia, dan kini semoga api semangat itu belum padam dan kembali berkobar. hingga aku bisa terus mengasah keterampilan menulisku di sini dan bisa bermanfaat bagi pembaca sekalian. tiada ilmu yang kumiliki melainkan apa yang telah Allah ajarkan kepadaku. dan aku berserah diri pada-Nya. dan Allah memberi hidayah kepada hamba-Nya yang Dia kehendaki.
wallahu a'lam....
Langganan:
Postingan (Atom)
Pertarungan Timur dan Barat
Diambil dari Ceramah Abah Uci Cilongok Sekarang negara mana yang benar-benar memegang Syariat. tidak ada. Sebab dalam kompetisinya kalah....
-
Diambil dari Ceramah Abah Uci Cilongok Sekarang negara mana yang benar-benar memegang Syariat. tidak ada. Sebab dalam kompetisinya kalah....
-
Ku lihat Ku lihat si kakek pemulung di depan tokoku membawa karung besar dengan kail pemulung kulihat mata sebelahnya buta mengutip ...