Selasa, 18 Maret 2014

Alex Iskandar.com Ujian Hidup itu Jadi Lecut Hati

Alex Iskandar.com Ujian Hidup itu Jadi Lecut Hati
Alex Iskandar
Alex Iskandar.com Ujian Hidup itu Jadi Lecut Hati
Kita sering menghadapi berbagai macam problema hidup, dan terkadang hingga kita stress dan merasa terpuruk. Padahal itu mungkin yang terbaik buat kita menurut Allah, karena dengan ujian itu kita tambah dewasa dan tambah kuat. Atau mungkin ujian demi ujian yang kita hadapi menjadi pengingat bahwa tujuan hidup kita di dunia ini bukanlah pada harta, tahta dan wanita. Tujuan yang sesungguhnya adalah mengabdi pada Allah swt. hingga sering kali kita dikecewakan dengan dunia. Terkadang kita membenci sesuatu, padahal itu yang terbaik buat kita. Kadang kita mencintai sesuatu padahal itu buruk buat kita. Kesejatian segala sesuatu itu yang tahu hanya Allah, kita sebagai makhluk yang lemah tidak tahu itu.
Alangkah indahnya jika kita jadikan berbagai penderitaan dan kesengsaraan hidup yang kita alami sebagai cambuk hati, untuk terus bangkit dari keterpurukan, berusaha kembali setelah kegagalan, menyandarkan segalanya pada yang mengatur alam, dan selalu berusaha dan berdoa kepada Allah swt. yang Maha kuasa atas segala sesuatu. Selama ini kita melihat umat Islam dalam ketertinggalan dan dilecehkan, mungkin kita diperintah untuk terus berusaha dengan segala upaya untuk kembali bangkit dan mengisi sejarah dunia dengan keringat dan darah kita. Setelah gelap terbitlah terang, dan beserta kesulitan ada kemudahan. Sunnah Allah yang berlaku diantaranya adalah perputaran kejayaan dimuka bumi. Berganti dan berganti. yang kaya bisa miskin dan yang miskin bisa menjadi kaya. Berbagai ujian yang selama ini kita hadapi insya Allah akan menjadikan kita lebih kuat dan lebih mampu memanggul kejayaan dimasa mendatang. Tinggal kita menunggu saat yang ditetapkan Allah untuk mengangkat kita kembali dari lumpur kehinaan ini. Dengan terus menyirami tanah subur negeri kita dengan keringat dan darah perjuangan. Dan kita tak boleh berputus asa hingga cita-cita terlaksana. Tidakkah kita tahu bahwa iblis saja tidak pernah menyerah menggoda hingga akhir hayat manusia. dengan ribuan jalan dan usaha. hendaknya kita ambil semangat dan pantang menyerahnya iblis. Kita manusia adalah makhluk yang dimuliakan Allah dan kita memiliki potensi yang luar biasa. Api semangat dan perjuangan tak boleh padam untuk terus maju berlomba dengan waktu. Tiada kenikmatan melainkan setelah bersusah payah. Kecapean dan kelelahan yang kita rasakan selama menanam benih padi kejayaan akan kita tuai di masa mendatang, butuh waktu dan proses yang panjang untuk menjadikan Indonesia matang. Persatuan harus terus kita jalin untuk kekuatan yang tak tertandingi dan seluruh rakyat Indonesia harus ikut andil dalam kebangkitan Indonesia baru ini,
Ujian yang dihadapi baik pada individu dan negara serta dunia sekalipun harus menjadikan kita lebih bijak dalam menghadapi persoalan yang semakin berat ini. Itulah karenanya kita diwasiatkan oleh Nabi untuk belajar hingga akhir hayat. Belajar untuk memahami dan mengerti setiap gerak kehidupan yang penuh dengan hikmah ilahi ini. Tak selamanya kita dalam gelap dan tak selamanya kita dalam bencana, badai pasti berlalu maka bersabarlah bersama Allah. Mungkin Allah sedang mendidik kita menjadi manusia Robbani. suka benci, sedih senang, siang malam, gagal dan sukses semua adalah warna warni dunia ini, yang menjadikan hidup indah dan penuh arti. Duhai bangsaku, fahamilah....
wallahu a'lam








Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pertarungan Timur dan Barat

Diambil dari Ceramah Abah Uci Cilongok Sekarang negara mana yang benar-benar memegang Syariat. tidak ada. Sebab dalam kompetisinya kalah....