Kamis, 20 Maret 2014

Refleksi Badan

Refleksi Badan

Refleksi Badan

Innaa kholaqnaakum min dzakarin wa untsaa waja'alnaakum syu'uubawwaqobaaila lita'aarofuu. Inna akromakum indallahi atqookum.

Sesungguhnya kami menciptakan kalian dari jenis laki-laki dan perempuan dan menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, untuk saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah diantara kamu adalah yang paling bertakwa.

Sebelum kita mengenal orang lain, kenalilah diri kita sendiri. 'Arofa nafsah. mengenali alam mikrokosmos. Betapa Allah menciptakan manusia dalam ahsani taqwim, sebaik-baik bentuk. Memiliki potensi yang luar biasa dan mencakup rumus alam semesta, Allah menciptakan segalanya ini karena manusia sempurna atau insan kamil yang bernama Muhammad, laulaaka laulaaka maa kholaqtul aflaak, jika bukan karena kau (Muhammad saw.) jika bukan karena kau, tidak kuciptakan alam semesta. Penciptaan manusia adalah esensi penciptaaan jagad buana. Betapa kita kelelahan dalam merefleksikan atau mentafakkuri diri kita sendiri. Betapa agungnya dan canggihnya teknologi yang ada pada diri manusia, yang mempunyai talenta segala makhluk.

Dalam diri kita, terdapat unsur alam semesta, dari tanah, api, air dan udara. Dalam diri kita terdapat potensi untuk iman dan kafir, taat dan maksiat, ingkar dan syukur, malaikat dan iblis, cahaya dan gelap, dan masih banyak lagi. Dalam diri kita ada ruh dan akal. sifat-sifat binatang dan sifat-sifat setan. Saking super canggihnya dan kemampuan super power makhluk yang namanya manusia, sampai Allah swt. mengangkat kita sebagai khalifah fil ardh, pengganti Tuhan di bumi. Pengolah dan Pembangun peradaban dunia. Dunia ini diciptakan untuk mengabdi pada manusia, dan semua makhluk ditundukkan untuk manusia. Dengan bekal akal yang Allah titipkan kepada kita Allah memberikan kepada kita untuk mengolah dunia ini hingga sampai taraf yang sangat tak masuk akal. Kita bisa berjalan di darat, laut dan udara. Kita bisa mengetahui berita dunia yang jauh hanya dengan menonton di tv atau internet. Kita menemukan temuan-temuan yang sangat luar biasa. Bahkan manusia pertama Adam as. adalah simbol pengetahuan seluruhnya, Allah telah mengajarkan kepada Adam as. Asmaa'a Kullahaa, nama-nama semuanya. Dan malaikatpun tunduk hormat pada makhluk yang namanya manusia.

Al insaanu mahallul khothooi wannisyaan. Manusia tempatnya salah dan lupa. Selain potensi memori yang luar biasa pada otak manusia, kita juga diberikan potensi untuk salah dan lupa. Inipun hikmah tersendiri dari manusia, betapa sengsaranya jika manusia mengingat semua peristiwa yang menyedihkan sepanjang waktu, mengingat terus pengalaman yang tidak mengenakkan, tidak bisa melupakan kesalahan orang lain. Atau jika manusia tidak pernah salah, maka manusia itu akan besar kepala dan sombong dan tak akan pernah bersujud dihadapan Allah menangis merengek memohon ampunan-Nya.

Kullu syai'in hikmatun, segala sesuatu ada hikmahnya. Allah azza wa jalla menciptakan rambut kita hitam untuk menyerap panas dari mentari dan melindungi kepala kita, serta menjadi mahkota yang indah. Allah azza wa jalla menciptakan kening kita untuk tempat sujud dan menambah kebagusan wajah. Allah menciptakan alis kita untuk menghalangi keringat dan air yang menetes dari kening. Allah menciptakan mata kita yang bisa melihat dengan leluasa, di lengkapi dengan selaput mata agar bisa berkedip dan melindungi mata dari kemasukan barang asing, dan juga bulu mata yang menjadi magnet debu. Selain menambah ketampanan dan kecantikan. Allah menciptakan hidung kita menghadap kebawah agar tidak kehujanan, melubanginya dengan dua lubang agar masih ada cadangan bila yang sebelah filek. Jika dua-duanya mampet, masih ada mulut tempat bernafas, walau tak lagi bisa merasakan bau. Allah swt. menciptakan mulut lengkap dengan komponen-komponennya, dengan 2 bibir yang indah, lidah dan gigi yang tertata. Lidah untuk berbicara, gigi untuk mengunyah dan bibir untuk menutup lidah dan gigi agar tidak kekeringan. Bibir pun banyak fungsi yang kita semua sudah tahu.

Allah swt. menciptakan tangan kita dua dengan kehebatannya. segala pekerjaan kita hampir semuanya adalah tugas tangan. dengan sendi-sendi dan urat syarafnya, pekerjaan yang menjadikan manusia makhluk kreasi, dari membuat perabot rumah, hingga membangun gedung-gedung raksasa. Allah menciptakan kita dua kaki dan fungsinya mengantar kita kemana kita pergi. Menjadi fondasi badan yang kokoh dan kuat. dengan rahasia arsitektur Maha Pencipta yang agung. Dengan kaki yang kuat itu, manusia mampu berdiri tegak diatas bumi. Belum kita merefleksikan organ tubuh yang tak terlihat seperti fungsi jantung, dan peredaran darah yang kerjanya tidak bisa kita atur secara sadar. Kita juga harus mentafakkuri panca indra kita. Bagaimana kerjanya? Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya dan Maha Besar Allah dengan segala Karya-Nya. Betapa lemahnya kita dalam menghadapi diri kita sendiri yang terdapat di dalamnya Nafsu ammaroh, Nafsul Lawwamah, dan Nafsul Muthmainnah. Belum kita mengenal Hati dan berbagai rahasianya.

Intinya untuk kita menuliskan segala hikmah yang terdapat dibumi ini, kita membutuhkan tujuh samudera untuk dijadikan tinta, seluruh ranting pohon untuk dijadikan pena, dan itupun belum cukup untuk menuliskan keagungan-Nya. Kita memerlukan para pemuda cerdas yang siap menjadi intelektual untuk menemukan kembali hikmah yang hilang dari orang islam. Hikmah itu adalah barang hilang orang Islam, dimana saja kau menemukannya maka ambillah. dengan kembali menemukan semangat dan jatidiri kita sebagai orang Islam yang penuh hikmah, maka insya Allah akan kembali kebangkitan dunia Islam Timur.

man 'arofa nafsahu faqod arofa Robbahu.
Barang siapa mengenal dirinya maka ia mengenal Tuhannya.


Salah satu lirik lagu Indonesia Raya ialah:
Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya
untuk Indonesia Raya.


Refleksi jiwa dan badan untuk kebangkitan Indonesia Raya.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pertarungan Timur dan Barat

Diambil dari Ceramah Abah Uci Cilongok Sekarang negara mana yang benar-benar memegang Syariat. tidak ada. Sebab dalam kompetisinya kalah....