Minggu, 16 Maret 2014

Alex Iskandar.com Kongko Dengan Pak Haji

Alex Iskandar.com Kongko Dengan Pak Haji
Alex Iskandar
Alex Iskandar.com Kongko Dengan Pak Haji

Siang itu di koridor sekolah di tingkat dua, aku kongko dengan pak Haji. Umur beliau lebih tua dari saya dan saya masih murid beliau waktu aliyah dulu. Pak haji bertanya kepada saya dan tidak malu bertanya kepada orang yang lebih muda, dan saya menghormati ketawadhuannya itu. Lex, mohon maaf ya, saya mau tanya tentang mahfuzhot yang mengatakan, lebih baik punya musuh cerdik pintar dari pada berteman orang bodoh. itu gimana maksudnya? saya nggak paham. lalu saya jawab dengan pemahaman saya yang kerdil ini.

"Oh yang itu pak haji? kalau menurut saya mahfuzhot itu bermaksud untuk mendorong orang para pelajar untuk meningkatkan potensi diri, bersaing dalam ilmu dan kepintaran. Jika kita punya musuh yang cerdik pandai dan ia sangat ahli dalam suatu bidang, maka kita untuk memenangkan pertempuran berbagai medan dengannya, butuh kecerdikan yang lebih. Untuk menang kita harus unggul dari dia. Jika musuh kita punya senjata tongkat 1 meter maka untuk memukul jidatnya kita harus punya tongkat 1,5 meter. Barulah kita menjadi pemendang dalam pergulatan itu. Begitupun jika musuh kita pintar, maka kita harus lebih pintar darinya. Menghabiskan waktu-waktu kita untuk belajar mengumpulkan pengetahuan dan ilmu, karena kita telah terjun ke ranah perang pemikiran. Jika ingin memenangkannya kita harus lebih hebat darinya. Nah, berteman dengan orang bodoh yang malas dan nggak punya greget dalam kehidupan dan dunia pemikiran akan menjadikan kita tertular virus itu dan akan menjadikan kita juga malas untuk belajar, karena setiap bergaul dengan orang bodoh kita hanya membicarakan hal-hal yang sepele dan tak ada pembahasan yang tinggi dan besar. kita tidak terpacu untuk menjadi orang besar dan pintar dan parahnya kita bisa bangga dengan tingkat kepintaran kita yang ada dan bisa jadi bloon permanen. jika kita mengenang pesan nabi saw. yang mengatakan pergaulan itu seperti berteman dengan tukang besi dan tukang minyak wangi. kita bisa kebagian bau api dan wanginya. Kita bisa dicap maling jika bergaul dengan maling. orang terkadang mencap kita dengan yang dilihat saja. Boleh saja kita bergaul dengan siapa saja asalkan kita telah kuat iman dan takwa, jadi tidak terbawa oleh arus kehidupan yang semakin sulit untuk difilter dan disurtil."

"Oh jadi begitu ya Lex." kata pak haji.
"Ya kira-kira begitulah pak haji, wallahu a'lam. Allah-lah yang Maha Tahu. mungkin pendapat saya keliru."
"Oke, saya setuju dengan pendapatmu." kata pak haji puas.
Alhamdulillah....








Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pertarungan Timur dan Barat

Diambil dari Ceramah Abah Uci Cilongok Sekarang negara mana yang benar-benar memegang Syariat. tidak ada. Sebab dalam kompetisinya kalah....