Senin, 24 Maret 2014

Berfikir Positif

Berfikir Positif
Alex Iskandar

Dalam menyikapi kehidupan, kita terkadang lebih dominan memandang yang negatif. Simbolnya diletakan pada mata kita sebagai alat untuk melihat, putih mata kita sebetulnya lebih banyak dari pada hitamnya. Tapi kita memandang dengan yang hitamnya. Hitam mata yang dikedepankan dan itu yang menjadi realita kehidupan kita. Kita memandang orang dengan penuh curiga, hanya melihat sisi hitam seseorang, dan dihantui akan rasa takut yang belum tentu akan terjadi. Padahal putihnya kehidupan lebih banyak pada ciptaan Allah. Seluruh makhluk adalah penyembah Allah, semua makhluk bertasbih, alam dalam kepatuhan pada Robb, malaikat lebih banyak ketimbang iblis, manusia lebih banyak yang baik, dan Rahmat Allah mendahului siksanya, kebaikan dilipat gandakan 10 dan kejahatan dibalas setimpal, dan Tuhan kita Allah swt adalah Tuhan yang Maha Baik dan Maha Indah. Contoh mudah, ibu kita sangat baik pada kita. Tapi kita sering memandang hidup dalam kehitaman dan kegelapannya.

Ingatlah firman Allah yang mengatakan, janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Jangan bersedih Allah bersama kita, Allah bersama orang-orang yang sabar.

Intinya, berpikirlah positif dalam hidup. Selalu bersemangat mengejar harapan dan cita-cita. Bekerja keras dengan ceria dan banyak menebar senyum. Wamaa arsalnaaka illa rahmatan lil 'aalamiin. tiadalah kami utus kamu melainkan sebagai rahmat untuk semesta alam. Dengan semangat itu hendaklah kita selalu optimis akan cerahnya masa depan dunia. Dan saya yakin di setiap hati makhluk Allah pasti ada yang namanya CINTA, dan cinta inilah yang menjadikan perdamaian dunia menjadi dambaan setiap insan yang akalnya sehat.

Berpikir Positif akan menjadi tenaga yang luar biasa untuk selalu dinamis dalam hidup. Kedinamisan itu akan membangun dan menyemarakan dunia. Dengan sehatnya fungsi otak dan hati yang ada pada manusia akan melahirkan output yang baik. Karena itulah kita dianjurkan untuk menjaga hati, agar bersih dari segala penyakitnya. Hati yang lapang dan penuh cahaya akan menjadikan pemiliknya selalu dalam bahagia. Bila di hati kita penuh dengan sifat hasud, iri dan dengki serta segala penyakit yang lain, dunia yang luas akan terasa sempit, susu akan terlihat seperti darah, dan senyum tulus saudara kita akan disalah tafsirkan sebagai pengejekan. Orang yang hasud tidak bisa melihat kebaikan, dia buta akan jasa orang lain dan hikmah segala peristiwa, atau bisa dibilang mata hatinya buta. Alangkah sengsaranya orang yang hidup dalam lingkaran hasud ini. Ia tak senang bila saudaranya lebih kaya darinya, ia tidak suka dengan kemiskinan yang memuliakan saudaranya, hatta, ia tidak puas dengan kematian saudara pesaingnya. Dia akan selalu mencari lawan dan musuh yang baru jika musuh yang satu sudah dibereskan. Ia akan sibuk dengan kekurangan orang lain dan melupakan dirinya. Tidak menempuh jalan yang sehat dalam kompetisi hidup. Pikirannya akan selalu negatif dan negatif. Kurang dan kurang. Hingga akhirnya tak akan menjadi makhluk yang bersyukur kepada Allah yang telah memberikan kehidupan dan pasilitasnya. Hasud itu sifat iblis, dan syukur sifat para nabi. Alangkah bodohnya kita menceburkan diri dalam jurang kesengsaraan.

Orang bilang, kesenangan tidak ditemukan pada harta tahta dan wanita jika hati tak pernah bersyukur. Sebaliknya, kesenangan dan kebahagiaan di dapatkan pada kesengsaraan dan penderitaan yang disabari, kenikmatan yang disyukuri dan sifat qona'ah dalam skala apapun pemberian yang diberikan Allah swt kepada kita. Bahasa puitisnya, Kebahagiaan itu terletak dihatimu yang gemar bersyukur atas cubitan dan senyuman sang kekasih. Jika kita insyaf atau sadar bahwa rasa sakit cubitan Allah yang kita terima, karena Allah cinta pada kita, maka cubitan itu akan kita artikan sebagai rasa sayang. Atau Allah memberi kita sebuah kado kenikmatan karena selama ini kita berbakti pada-Nya maka kado itu akan kita terima dengan ucapan terima kasih dan tak mengecewakan sang Pemberi kado dengan menginjak-injaknya. Hidup harus kita pandang sebagai manifestasi Cinta Tuhan. Dan lihatlah, semua yang kita punya adalah hadiah teragung yang Allah berikan, dari pemberian rumah dan isteri serta nafas dan detak jantung. Hiruplah udara pagi dengan bahagia di hati. Ini adalah bukti cinta Allah pada kita. Syukurilah setiap pori-pori dan partikel terkecil dalam tubuh kita. Tingkatkanlah keyakinan pada hati, bahwa Hidup adalah anugerah dan harus kita jalani dengan berpikir positif.

wallahu a'lam...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pertarungan Timur dan Barat

Diambil dari Ceramah Abah Uci Cilongok Sekarang negara mana yang benar-benar memegang Syariat. tidak ada. Sebab dalam kompetisinya kalah....