Dialog Rakyat
Alex Iskandar.com
Dialog Rakyat
Setelah isya berjamaah, aku dengan jamaah yang lain berjalan kaki untuk menghadiri konfrensi tikar bundar atau lebih dikenal dengan tahlilan. Taushiyah tentang makna kehidupan disampaikan seorang ustadz. lalu berlanjut keacara tahlil dan ditutup dengan doa. Hidangan rakyat pun disajikan. ada kacang tanah dan kue arisa. Seorang kakek tua hanya mengambil kue arisa dan tak menyentuh kacang. Ustadz pun mengajak dialog,
"Itu kacangnya ngga di makan ki?" kata ustadz. "Nggak, orang udah tua mah gak suka kacang." jawab sang kakek. "Lho emang kenapa ki?" heran ustadz. "Enakan kacang dulu daripada kacang sekarang." jelas si kakek dengan sedikit tak acuh. "Lho kok bisa?" desak ustadz. "iya lah, dulu mah kacang enak masih mempan digigit, laah sekarang udah nggak mempan. nggak enak pisan.?" terang kakek. aku pun tertawa.
Memang hidup itu adalah rumah bertamunya kekuatan, kegagahan dan ketampanan. tapi tak selamanya itu semua berada di gubug jasad kita. adakalanya ia pergi satu persatu hingga kita kembali melemah, jelek dan tua. hingga akhirnya kita akan kembali pulang ke haribaan Allah swt. Sang Pemilik kehidupan. Alangkah indahnya jika semua potensi itu kita manfaatkan untuk mencari keridhoan-Nya.
wallahu a'lam bishshowab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar