Selasa, 07 November 2017

Ku Lihat

Ku lihat


Ku lihat si kakek pemulung
di depan tokoku
membawa karung besar
dengan kail pemulung
kulihat mata sebelahnya buta
mengutip setiap plastik minuman
dengan jalan yang tertatih-tatih
inilah negriku
negeri yang kaya namun penduduknya miskin
ku lihat pula
seorang tua dengan memikul dagangan coet batu
sungguh berat yang ia bawa
hari sore dagangannya belum terjual
sungguh kasihan rakyat jelata
ku lihat anak muda berbadan kurus
memikul beban berat dagangannya
sudah hilang rasa gengsi di wajahnya
demi sesuap nasi
karena sulit mencari kerja
hingga pekerjaan berat pun di lakoni
walau hasil tak seberapa
aku kagum dengan para pemuda ini
yang bekerja keras untuk yang halal
dan dimanakah para pemimpin yang adil itu
yang bisa mensejahterakan rakyatnya
menyelesaikan segala PR yang banyak ini
banyak pemimpin yang memperebutkan jabatan
tapi apakah ada setitik niat yang mulia di hatinya
untuk Indonesia Jaya

Kamis, 02 November 2017

Senandung Gelap

Senandung Gelap
Foto Profil Anda
Senandung Gelap


Duhai angin
hembuskan udara lembut pada tubuhku
menarilah bersamaku
dan menertawakan dunia
kulihat ribuan wajah
dengan segala ekspresinya
hidup yang sengsara dan gembira
roda berputar
adil dan zalim
Aku daki gunung yang indah
dan ku turuni lembah
ku duduk diatas batu
kulihat senyum pada bunga-bunga
akupun bahagia
kupanjatkan doa doa penembus langit
harap dan kecewaku bercampur
aku hilang arah
bersedih dalam senyum
dan menangis dalam tawa
aku masuk kedalam gelap
dan tak kutemukan matahari
rakyatku terpasung dan mengeluh
dunia yang menua
kehancuran yang indah dilihat mata
aku tertipu dan banyak pula yang tertipu
aku menari dalam hitam pekat hidupku
aku terbodohi dan tak sadar
bahwa ada kejayaan yang lebih harus kita perjuangkan
dari pada dunia dan seisinya
yakni kejayaan rohani yang tak memandang materi

Kanud Menggugat

Kanud Menggugat

Kanud Menggugat

Hati Kanud terasa tak tenang. ia merasa ada yang tak beres dengan kehidupan ini. Ia melihat yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin. pikirannya berputar. Kenapa bangsanya masih dalam keterpurukan. dibanding bangsa lain yang telah maju. Ia bertanya-tanya kenapa bangsa ini belum juga bangkit dari tidurnya. Padahal banyak anak-anak bangsa yang berprestasi skala Internasional. Pasti ada yang salah dengan Bangsa ini. Bangsa Indonesia yang katanya tanahnya tanah surga. dan zamrud katulistiwa. Ia berpikir tempat kelahirannya ini memiliki berbagai keuntungan dan kekayaan. Bangsa ini bangsa besar dan ia semakin yakin bahwa bangsa ini akan memimpin dunia. di tambah lagi dengan penemuan perahu Nabi Nuh as. yang di temukan ilmuwan dan ternyata kayu perahunya 100 % cocok dengan kayu jati Indonesia. Apakah Nabi Nuh as. orang Jawa? dan umatnya Orang Jawa. sudah banyak misteri yang terkuak dan peninggalan Nabi Sulaiman as. pun banyak di sini.

Kanud merasa berkepentingan dengan bangsa ini. "sekecil apapun aku harus bertindak" katanya. dan Kanud memperbanyak mempelajari tentang Kebangkitan Bangsa. diantaranya dengan mencerdaskan bangsa. Ia menemukan bangsa ini masih bodoh atau mungkin dibodohi. Bangsa ini diracuni disegala bidang. dari makanan hingga tontonan. Bahkan Kanud menemukan ada Agenda tersembunyi Elite Global yang menguasai dunia. Kanud teringat akan Pidato Bung Karno dalam kongres Dunia, Indonesia menggugat. Bung Karno faham persis permainan Elite Global ini dan menggugatnya.

"Aku harus menggugat..." teriak Kanud. Tapi ia bertanya-tanya. kepada siapa aku harus menggugat. Karena selama ini ia hanya orang biasa dan tak dianggap. Dan ia hanya bisa menulis di buku catatannya. dan menumpahkan semua amarahnya di buku rombeng itu, hingga semua emosinya tersalurkan. Kanud Menulis dan membacakan pidato gilanya.

"Wahai saudara-saudaraku, Marilah kita bangkitkan semangat perjuangan pendahulu kita. mengisi kemerdekaan dengan kermerdekaan dari segala kungkungan kebodohan. Kita harus bekerja keras. Membangun keluarga, masyarakat dan bangsa yang sejahtera dan berdikari. Kita Pernah jaya di masa lampau. Negeri kita kaya. tak ada lagi kata malas dalam kamus hidup kita. saatnya untuk maju terus menerus. berkarya terus menerus. belajar terus menerus. hingga isi bumi terkuak dan mengeluarkan rahasianya. teruslah menggali selagi harta karun belum ditemukan. dan yang terutama. selalu mendekatkan diri dengan Sang Maha Pencipta. agar Dia berkenan menjadikan negara kita, baldatun toyibatun warobbun ghofur."

Kanud keluar dari rumahnya ke tengah-tengah sawah. dia teriakkan pidatonya berulang kali. hingga ia letih dan kembali pulang..

Pertarungan Timur dan Barat

Diambil dari Ceramah Abah Uci Cilongok Sekarang negara mana yang benar-benar memegang Syariat. tidak ada. Sebab dalam kompetisinya kalah....