
Diantara keunikan Indonesia ialah begitu banyaknya setan-setan dengan beragam jenisnya. Sejauh yang saya ketahui tentang dunia kesetanan banyak sekali daftar nama-nama setan di Indonesia. Indonesia sebagai bangsa yang memiliki peradaban yang besar sejak lama hingga kini banyak keunikannya. Hasil riset asal-asalan saya selama ini, jika dibandingkan dengan negara lain kita memiliki setan yang banyak, makanya perdukunan di Indonesia ini subur. Bahkan dukun di Indonesia tidak puas hanya punya setan dan jin yang asli lokal. Mereka mengambil pula, setan-setan yang lebih besar dari negara lain. Negara kita punya setan dengan jenis Batara Karang, Batara Kala, Buto kala, Siluman Ular, Siluman Anjing, Siluman Komodo, dan jenis siluman binatang yang lain. Ada pula kuntilanak, sundel bolong, pocong, Barong, Leak, Buto ijo, Buto sejagat, Genderuo dan masih banyak lagi. Mereka terdiri dari dua jenis jin, ada yang memang keturunan jin asli dari Iblis, ada pula yang berasal dari jin qorin. contohnya kalau ada anak gadis mati bunuh diri atau wanita mati penasaran karena dizholimi maka ia menjadi kuntilanak atau sundel bolong dan pocong. Orang sakti yang memiliki ajian ilmu karang qorinnya menjadi Batara karang, jasad orang tersebut biasanya jadi jenglot. Ini yang gentayangan jin qorinnya, yang biasanya ditarik sama dukun untuk dijadikan pesuruh.
Yang asalnya keturunan iblis itu seperti ifrith, batara kala, dan genderuwo. Kalau Dewi Kwan Im, Dewa Zeus, Krishna dan Bima itu asalnya manusia yang baik dan sakti yang dijadikan dewa. Padahal mereka adalah qorin. Kajian tentang ilmu ghaib ini masih jarang yang meneliti dan tahu. Biasanya dukun-dukun saja yang mendalami ataupun wali-wali ahli kasyaf yang mengerti akan ilmu ghaib. Di era Modern ini, ironisnya, masyarakat kita banyak yang meminta bantuan kepada dukun-dukun yang sebenarnya dilarang agama. Makanya kita diperintahkan untuk mendalami tauhid. Bahwa Tuhan kita Allah yang berhak disembah dan dimintakan pertolongan. Kita harus berhati-hati dengan orang yang mengaku ustadz dan kiai tapi membuka praktek perdukunan. Jika ia ulama sungguhan, maka ia tidak akan mau untuk membuka praktek untuk nyantet orang. Melakukan kezaliman dengan dunia gaib. Memperdayakan jin untuk diperintah membunuh orang. Membuka aura atau memasang susuk untuk kecantikan dan kewibawaan itu sebenarnya menggunakan jin seperti kuntilanak dlsb. Bahkan lucunya, Banyak sekali dukun atau orang yang mengaku ustadz dan kiai yang memiliki Jin Ifrith yang konon lebih besar badanya dari jin lokal. Dengan bayaran atau mahar yang jutaan ifrith itu diperintahkan untuk membunuh orang yang biasanya lawan bisnis atau orang yang dibenci.
Jin ada yang muslim dan ada yang kafir.
Menurut pengakuan jin ifrith, ia dibaiat iblis untuk tidak masuk Islam. Tapi dengan kekuasaan Allah ia bisa masuk Islam setelah kalah tarung dengan manusia yang sholeh dan ikhlas. Dan ifrith bisa menjadi tentara Allah di alam gaib. Ifrith ini lebih besar dibanding jin lokal. Jika Buto sejagat setinggi awan, maka jin ifrith bisa lima kali lipat besarnya dibanding Buto sejagat. Dukun di Indonesia ada yang melakukan umroh padahal menangkap ifrith di arab. Dengan umpan apel jin, setelah datang ifrith itu disedot dengan keris dan diperdayakan untuk kperluan perdukunan. Masyarakat Indonesia dari masa ke masa tak lepas dengan kemusyrikan ini. Makanya tidak heran kita diguncang dengan beragam bencana. Kita sebagai umat islam mestinya menjauhkan diri dari hal itu. Mengingat dosa kemusyrikan adalah dosa yang tak diampuni.
Dari kezaliman yang tak terlihat mata ini yang sebenarnya banyak dilakukan orang dan bisa dibilang lebih aman dari hukum negara menjadi marak. Saya pribadi mengusulkan adanya undang-undang perdukunan yang memberantas dukun-dukun jahat yang tersebar di Indonesia ini. Pemimpin masa depan saya harapkan untuk concern pada permasalahan ini. Dan mengambil solusi yang terbaik untuk keberlangsungan keislaman di bumi yang kita cintai ini.
Tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa, tiada sekutu baginya. bagiNya kerajaan dan bagiNya segala pujian, dan Dia Maha kuasa atas segala sesuatu. Hanya kepadaNyalah aku bertawakkal. Kekuatan Allahlah yang tiada menandingi.















