Sabtu, 01 November 2014

Puisi Kerja Keras Ayah

Puisi Kerja Keras Ayah

Puisi Kerja Keras Ayah

Puisi Kerja Keras Ayah

Aku belajar kerja keras dari ayahku...
Kenangan tentangnya..
Peri kehidupannya..
Beliau orang hebat..
bekerja siang malam.
tak kenal lelah..
bahkan waktu sakit pun ia paksakan.
banyak kenangan yang berlalu...
duhai ayah...
Kau orang hebat...
selalu mencoba dan mencoba
menemukan hal-hal baru..
bisa membuat sesuatu hanya dengan satu kali melihat...
betapa banyak jasamu yang kau torehkan..
untukku dan orang lain.
belum sempat aku belajar banyak tentang kehidupan darimu..
tentang keringat dan airmata.
bahkan di akhir hayatmu kau perlihatkan darahmu..
perjuangan mencari nafkah yang halal untuk keluarga..
belum sempat kucium tanganmu...
dipagi itu...
senyummu begitu segar.
kau begitu bersemangat..
kupikir hari itu akan cerah.
ternyata hari yang suram dalam hidupku.
Hari dimana kau pergi meninggalkan kami untuk selamanya..
Hari dimana kutatap wajahmu begitu pucat.
bahkan airmataku tak sanggup kutahan.
Kau pergi begitu cepat...
Kini aku tahu arti kata Yatim...
Kepiluan hati karena rindu sosokmu....
sosok yang tegar dan pemberani...
Seorang ayah yang kubanggakan.
Doa dan airmataku mengantar kepergianmu...
semoga Allah jadikan kuburmu taman surga...
hingga kembali berkumpul di sana...

Pertarungan Timur dan Barat

Diambil dari Ceramah Abah Uci Cilongok Sekarang negara mana yang benar-benar memegang Syariat. tidak ada. Sebab dalam kompetisinya kalah....