
Alex Iskandar.com Mang Jampang
Waktu kerja di PT. Sanyo Compressor Indonesia saya pernah pesantren di At-Taqwa Cikarang, dekat dengan SGC. pengasuhnya almarhum wal maghfurlah KH. Ahmad Qurthubi Anwar. waktu romo yai sering sakit-sakitan dan tidak bisa mengajar. Tugas mengajar ini dibadali atau digantikan oleh ust. Ismatullah atau lebih akrab dipanggil mang Jampang. karena beliau berasal dari kampung jampang sukabumi. Walau umurnya sekitar 30an tapi penguasaan kitab kuningnya sangat luar biasa. jika mengaji kepada beliau kuat 1 sampai 2 jam membaca kitab. sekali mengaji bisa berlembar-lembar. Saya terkagum-kagum dengan kekuatan membacanya itu. hingga kitab fathul muin saja menjadi lalapan sehari-hari. alfiyah dan mukhtar hadis begitu mahir. saya terinspirasi dari power mengajar beliau yang luar biasa. Terkadang sampai saya terkantuk-kantuk tidak kuat menyapu halaman demi halaman yang dibaca beliau. dilain sisi memang saya sering kelelahan dalam bekerja dipabrik yang memporsil tenaga dan pikiran.
Dari pengalaman pesantren hanya empat bulan di at Taqwa itu saya banyak mengambil perbandingan di pesantren yang lain. dan Romo yai pun memberikan motivasi tersendiri dari gerak langkahnya dan karismanya yang anggun. dengan ciri khas farfum beliau ketika masuk majlis dan penyampaian beliau yang terkadang berapi-api. semoga dengan masih eksisnya pesantren-pesantren tradisional yang ada di Indonesia, para pemuda Islam khususnya dan pemuda indonesia umumnya bisa mengambil ruh semangat dari para sesepuh kita dan semoga kita tidak kehabisan ustadz-ustadz dan guru yang ilmunya tabahur, luas dan dalam laksana lautan.
Dan umat Islam harus bahu membahu dalam pembangunan bangsa dari bilik pesantren ini dengan memperhatikan juga kesejahteraan para ustadz yang ikhlas mengajar dipesantren dan terkadang tidak ada honor yang menunjang kesejahteraan mereka untuk lebih khusyu' dalam membina generasi masa depan. Serta bangunan-bangunan pesantren yang terlihat kumuh dan benar-benar bisa dibilang pondok rombeng.
Mungkin terlalu muluk untuk melihat sejarah Islam klasik yang maju dengan membayar karangan buku ulama dengan emas seberat buku itu.
wallahu a'lam bishshowab
Tidak ada komentar:
Posting Komentar