Alex Iskandar.com

Puisi Kerikil
Bersama tanah yang dingin membisu
sunyi senyap
malam gelap
angin berlalu
bintang di angkasa
oh pemandangan malam
di atas kerikil-kerikil kecil
aku menapak
dengan nyeri di syaraf
aku merangkak
dengan hidup yang semakin panas
aku tergeletak
dengan gaung yang farau
aku terserak
dalam sunyi malam
aku istirahat dari hiruk pikuk hutan belukar
di sini aku terduduk termenung
merangkai kata demi kata
untuk nanti dikenang dunia
mengukur garis
untuk menggambar tangis
menyusun kalimat
hingga tamat
kerikil kerikil jalan
terinjak terhempas terlontar
dipanas siang atau dingin malam
aku menciummu
biar cacian hinaan hardikan
aku memelukmu
oh kerikil malang
rakyat tersisih
dari geliat zaman
terpojok keadaan
membeku mengkristal
hingga tiba harapan datang
menumbuhkan tunas dan menanti bunga
di taman negeriku tercinta
di tanah airku indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar