
Dan (dikatakan kepada orang-orang kafir), berpisahlah kamu (dari orang-orang mukmin) pada hari ini, wahai orang-orang yang berdosa!
Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu wahai anak cucu Adam, agar kamu tidak menyembah setan? Sungguh setan itu musuh yang nyata bagimu.
Dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus.
Dan sungguh, ia (setan itu) telah menyesatkan sebagian besar diantara kamu. Maka apakah kamu tidak mengerti?
Inilah (neraka) Jahannam yang dahulu telah diperingatkan kepadamu.
Masuklah ke dalamnya pada hari ini karena dahulu kamu mengingkarinya. (Yasin: 59-64)
Para orang kafir penyembah setan mendapatkan hardikkan yang luar biasa dari Allah swt. Mereka yang telah berlumur dosa dengan penyembahan dan kemusyrikannya pada setan dipersilahkan dengan segera untuk memasuki neraka Jahanam. Mereka memasukinya karena dulu mengingkarinya. Mereka yang tak percaya akan ancaman jahanam dan mendustakan ayat Allah akhirnya sampai pada neraka itu. Penyesalan karena telah menjadikan setan sebagai teman dan tak menjadikannya sebagai musuh membawa petaka yang teramat besar, yakni Neraka Terdalam.
Ayat-ayat Allah ini, hendaklah kita renungkan dengan dalam. Mentafakkuri atau merefleksikannya terus menerus. Dan selanjutnya kita melihat di zaman ini, siapa saja yang telah menjadi penyembah setan, berapa banyak mereka yang tertipu oleh setan itu. Sudah berapa orang yang tersesat di jalan setan. Menjadikan mereka teman dan saling tolong menolong. Siapakah diantara kita yang telah berbuat jahat kepada saudaranya dengan bantuan setan. Apakah setan itu berbentuk jin, atau setan itu merasuk di dada dan fikiran jahat kita. Sudahkah kita mengamalkan ayat Allah dalam keseharian kita. Atau mungkin kita sudah tak pernah tahu atau tak mau tahu akan bimbingan keselamatan ini. Atau mungkin kita telah berpedoman pada undang-undang setan dan menjadikan kitab suci setan sebagai kitab kita dengan Setan sebagai tuhan semesta alam. Astaghfirullaha 'azhim.
Mari saudaraku, kembalilah kepada Allah dengan qolbun salim, hati yang bersih dari menyembah kepada yang lain. Tidak dunia, tidak manusia, dan tidak pula setan. Laa ilaaha illallah Muhammadurrosulullah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar