
Alex Iskandar.com Ibrahim as. Pendekar Tauhid
Ketika Para pembesar dan Raja Namrudz pergi dari kota. Pemuda gagah yang bernama Ibrahim ini membawa kampak ke kuil kerajaan Namrudz. Beliau menghancurkan seluruh berhala kecuali satu yang paling besar. Mengalungkan kampak itu di leher berhala dan lantas pergi.
Strategi Ibrahim tepat sasaran. Dengan puluhan detektif dan intel Namrudz, terdeteksilah dari olah TKP bahwa pelakunya adalah Ibrahim. Dengan cepat Ibrahim di seret ke kerajaan. Namrudz mengintrogasinya dan menanyakan benarkah Ibrahim yang melakukan tindakan teror hingga menghancurkan tuhan-tuhan yang ada. Dengan kecerdasan dan retorika bicara Ibrahim menunjuk berhala yang besar sambil mengiyakan perbuatannya, "Iya yang menghancurkan, (ibrahim menunjuk dirinya) yang paling besar ini (sambil menunjuk berhala yang besar)" dengan artian Ibrahim jujur melakukan tindak kriminal itu, tapi Namrudz salah persepsi, ia berkata tanpa pikir panjang yang malah menjadi argumen balik ibrahim.
"Mana mungkin berhala itu bisa melakukan pengrusakan ini, dia hanya batu."
"Kalau tidak bisa melakukan apa-apa kenapa di sembah?" sahut Ibrahim.
Namrudz murka, "Akulah tuhan."
"Tuhanku bisa menghidupkan dan mematikan." pancing Ibrahim.
"Aku bisa menghidupkan dan mematikan." kata Namrudz lalu membunuh seorang dan membiarkan seorang hidup.
"Tuhanku menerbitkan matahari dari timur dan menenggelamkannya di barat, coba tuan terbitkan dari barat!" tegas Ibrahim as. Namrudz terdiam membisu, skak matt dalam perdebatan agung sepanjang masa.
Seperti biasanya raja yang zalim tidak menerima kebenaran yang disampaikan rakyat biasa yang revolusioner. Namrudz menyiapkan pembakaran Ibrahim dengan tumpukan kayu sebesar bukti dan Ibrahim dilemparkan kedalam api besar itu dengan ketapel raksasa. 40 hari api itu membakar Ibrahim, tapi Ibrahim malah kedinginan. karena Allah berfirman kepada api, "ya naaru kuni bardawwasalaaman alaa ibrohim, duhai api jadilah dingin, dan selamatkan Ibrahim." akhirnya pendekar tauhid itupun keluar dari perapian dengan mengigil kedinginan. Namrudz dan seluruh rakyat terheran-heran akan kesaktian tingkat tinggi Ibrahim. Yang tiada lain ialah kekuatan tauhid dan iman yang menjadikan Tuhan sebagai tempat bersandar bertawakal.
Namrudz pun akhirnya mati oleh nyamuk yang masuk ke kupingnya.
Dari kisah bapak para nabi diatas, sebagai pemuda Ibrahim as. begitu beraninya menentang kesesatan dan penyimpangan yang dibangun oleh Namrudz raja zalim yang mengaku tuhan. dengan taktik dan strategi yang mantap, serta kepasrahan kepada Allah swt. walau harus menantang kematian dalam eksekusi raja. Kekuatan itu milik Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang beriman.
wallahu a'lam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar