Alex Iskandar.com

Catatan Akhir Pekan Ke-6
Setelah beberapa pekan saya vakum tidak menulis CAP saya, dikarenakan oleh beberapa hal yang bisa dibilang tidak sempat. Alhamdulillah, pada kali ini saya berusaha untuk menyempatkan kembali menulis. Diantara konsentrasi kita kali ini adalah bencana kemiskinan yang masih menjadi PR kita sebagai bangsa Indonesia. Masih banyak saudara kita yang mengeluhkan kegagalan beberapa kali dalam menanam padi. dikarenakan banjir yang tak kenal kompromi menenggelamkan bibit yang baru disebar, dan cuaca yang masih belum kondusif sehingga banyak tanaman padi yang terkena penyakit, serta hama padi berupa kiong emas yang masih menjadi kendala. kita semua berharap semoga penderitaan petani segera berakhir berganti kemakmuran. dan permasalahan rakyat semacam ini pun membutuhkan penanganan dari para sarjana pertanian dan pemerintah setempat untuk ikut andil dalam kemakmuran rakyat.
Alex Iskandar.com
Ada kisah memilukan yang terdapat di Jawa yang mana karena kebakaran hutan dan tanah yang tidak subur hingga menyebabkan penduduk di sana kekurangan gizi, hatta keterbelakangan mental. Melihat tubuh-tubuh mereka yang mengurus dan tak bisa menangkap pelatihan usaha dengan cepat, hati saya terasa teriris-iris. mereka hanya makan singkong dan beberapa makanan yang tak memenuhi standar gizi yang sehat. Kampung itu seperti kampung penderitaan. Alhamdulillah masih ada pemuda yang tersentuh untuk merubah bencana itu dengan mengadakan pelatihan yang penuh kesabaran untuk meningkatkan tarap hidup mereka hingga tidak bergantung lagi kepada orang lain. Ini pun harus menjadi konsen pemerintah pusat agar lebih peduli dan menyayangi serta perhatian terhadap penderitaan rakyat. Sebelum terjadi bencana yang lebih besar lagi.
Kasus korupsi pun masih ramai dibicarakan pers, dengan berbagai tokoh yang sedang dalam kasus. Rakyat semakin kehilangan kepercayaan terhadap pemerintah. Krisis kepercayaan mulai menggurita. TransJakarta pun terbakar dan dana peremajaan busway pun dipertanyakan. Sampai kapankah lelucon politik ini berakhir. kapankah para pemimpin kita benar-benar memperjuangkan kesejahteraan rakyat dan membangun bangsa yang adil dan sejahtera. Kapankah penderitaan rakyat dalam berbagai lini kehidupan berakhir, bencana Alam, bencana kelaparan, bencana moral, bencana kebodohan, bencana penyesatan dan lain sebagainya.
Alex Iskandar.com
Sebentar lagi kita akan menghadapi pemilu 2014. Jangan sampai kita kembali salah dalam memilih pemimpin, jangan sampai terjatuh dilubang yang sama dua kali. Hendaklah kita memohon kepada Allah swt. agar memberikan kita pemimpin yang benar-benar adil. Beristikharah meminta petunjuk kepada-Nya. Menimbang dengan obyektif kandidat Pemimpin masa depan. Yang tidak hanya mendasarkan pilihan kita pada yang tampan dan beruang, tetapi juga memilih pemimpin yang shalih dan berani, agar kedepannya bangsa kita yang telah sakit ini bisa sembuh dan bangkit membangun peradaban dunia dan mampu bersaing dengan negara-negara lain. Dan sudah saatnya peran yang prinsipil ini dipegang oleh para pemuda Islam yang benar-benar mampu dalam mengemban amanah yang berat ini. Ataupun dalam parlemen, kita merindukan para pemuda yang tampil menjadi wakil rakyat yang benar-benar merakyat.
Kebangkitan bangsa kita dari keterpurukan ini membutuhkan kebangkitan dari segala aspek kehidupan. Dari pemerintah hingga ulama, dari pemuda hingga orang tua, dari berbagai profesi yang kita pegang. Kita harus berjuang terus untuk meningkatkan keilmuwan kita dan etos kerja yang tinggi untuk Indonesia yang lebih baik. Dan semangat untuk kebangkitan itu terletak pada spirit keagamaan yang kuat. Dengan petunjuk al-Qur'an dan menghidupkan sunnah Nabi saw, dan mengembangkan ilmu pengetahuan, kita akan kembali meraih kejayaan yang telah lama hilang.
Alex Iskandar.com
semoga tulisan ini, menjadi salah satu titik api yang bisa membakar hati-hati yang selama ini belum ada keinsyafan untuk merubah keadaan bangsa dan negara. Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum hingga mereka merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri. Mari kita hemat energi kita dengan berdamai sesama bangsa Indonesia, dan menggunakan kekuatan yang besar dan hebat itu untuk membangun kembali reruntuhan kejayaan yang telah lama ambruk dan membisu. Jangan mau diadu domba lagi. karena kini saatnya kita bergandingan tangan untuk menyongsong masa depan.
Semoga Allah mengabulkan segala harapan kita. Aamiin...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar