Kamis, 20 Maret 2014

Guru Tingkat Tinggi

Guru Tingkat Tinggi
Alex Iskandar
Guru Tingkat Tinggi

Kanud belum merasa puas dengan ilmu yang selama ini ia pelajari. Semangat belajarnya begitu menggebu dan berkobar laksana api unggun di tengah upacara pramuka. Ia ingin mencari guru yang wejangannya tingkat tinggi, yang akan menambah keimanan dan ketakwaannya kepada Allah swt. Ia bertanya kepada ustadz Sulton, dimanakah adanya orang yang zuhud dan sholeh serta arif. Ustadz Sulton memberitahukan di Kampung Karang Bahagia ada seorang abid yang hidupnya sangat wara' dan zuhud. Beliau hidup seorang diri di gubuknya, dan banyak para kyai yang belajar padanya dan meminum telaga hikmahnya.

Kanud lansung berkemas untuk menemui sang guru tersebut. Hatinya berdebar-debar. Rasa penasarannya memuncak. Langkah kakinya bertambah cepat dan akhirnya sampailah ia ke kampung yang dituju. ternyata gubuk itu ada di tengah kebun yang jauh dari penduduk lain. Sang guru ini hidup jauh dari keramaian. Ketika sampai ke depan gubuk yang mirip saung atau pendopo itu, Kanud langsung tercengang, sudah banyak orang yang kumpul di situ. Para kyai dan orang-orang tua. Ia mengucap salam dan menyalami jamaah yang ada di situ. Setelah ia duduk, para jamaah berdiri melihat kehadiran sang guru arif ini. Berebut menyalaminya dan Kanud pun menyalami sang Guru. Nama Guru arif ini adalah Mbah Musa, seorang kakek yang sudah memutih jenggotnya dan keriput kulitnya, tapi terlihat masih gagah dengan kharisma yang kuat. Para jamaah dan kanud kembali duduk. Mbah Musa langsung memberikan wejangannya pada jamaah.

"Wahai ghulam, lakukanlah secukupnya dalam urusanmu. Engkau adalah hamba yang lari dari tuan-Nya. Kembalilah kepada-Nya. Bersimpuhlah kepada-Nya. Patuhilah perintah-Nya. Hindarilah larangan-Nya. Terimalah ketetapan-Nya dengan sabar dan setia. jika yang demikian itu telah sempurna, sempurnalah penghambaanmu kepada Tuhanmu dan kecukupan dari-Nya akan datang kepadamu. Bukankah Allah telah mencukupi hamba-Nya. Jika benar penghambaanmu kepada-Nya, Dia akan mencintaimu, bahkan kuatlah cinta-Nya di hatimu. engkau akan merasa damai bersama-Nya dan dekat dengan-Nya, engkau tidak lagi merasa susah, dan engkau tidak perlu mencari teman selain Dia. Engkau ridha kepada-Nya dalam semua keadaan, meski bumi menyempit dan pintu-pintu tertutup bagimu, engkau tidak akan marah, engkau tidak akan datang ke pintu lain selain pintu-Nya, engkau tidak akan memakan makanan selain makanan dari-Nya. Engkau akan bertemu dengan Musa as. dimana Allah swt berfirman, Dan kami cegah Musa dari menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusuinya. Allah, Tuhan kita Azza wa Jalla menyaksikan segala sesuatu, hadir pada segala sesuatu, memeriksa segala sesuatu, dan dekat dengan segala sesuatu. Engkau tidak mungkin bebas dari-Nya. Tidak ada keingkaran setelah makrifat. Celaka kamu, kamu mengenal Allah lalu mengingkarinya. Janganlah engkau berpaling dari-Nya, sehingga kamu tidak mendapatkan kebaikan sama sekali. Bersabarlah bersama-Nya. Jangan sabar berpisah dari-Nya.Tidakkah engkau tahu bahwa orang yang bersabar itu akan berjaya. Demikianlah akal ini, mengapa tergesa-gesa? Allah swt. berfirman, Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu, dan tetaplah bersiap siaga dan bertawakkallah kepada Allah supaya kamu beruntung.
Banyak ayat al Qur'an yang membicarakan tentang kesabaran. di dalam kesabaran terkandung banyak kebaikan dan kenikmatan, bahkan pembalasan yang baik, karunia dan kedamaian di dunia dan akhirat. Engkau harus bersabar, karena engkatu telah melihat kebaikan itu di dunia dan kelak di akherat. Kiranya engkau perlu berziarah kubur dan mendatangi orang-orang shalih serta melakukan kebaikan. Maka sungguh, urusanmu akan menjadi beres. Janganlah engkau seperti orang-orang yang apabila sehat tidak mau melaksanakan, jika mendengar tidak mau mengamalkan. Hilangnya agamamu karena empat hal, Pertama, engkau tidak mengamalkan apa yang engkau ketahui. Kedua, justru engkau melakukan apa yang tidak engkau ketahui. Ketiga, engkau tidak mau mempelajari apa yang tidak engkau ketahui sehingga engkau tetap bodoh. dan keempat, engkau mencegah orang dari mempelajari apa yang tidak mereka ketahui.
Ambillah wejanganku ini, semoga engkau dijadikan kekasih Allah swt.
Robbanaa aatina fiddunya hasanah wafi akhiroti hasanah waqinaa 'adzaabannaar. "

"Aamiin....." suara jamaah mengamini. Kanud menangis. Betapa wejangan ini begitu dalam dan penuh hikmah. Setelah bersalaman dengan sang Guru sambil menangis haru. Kanud pamit pulang untuk mengamalkan wejangan sang guru sejatinya itu.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pertarungan Timur dan Barat

Diambil dari Ceramah Abah Uci Cilongok Sekarang negara mana yang benar-benar memegang Syariat. tidak ada. Sebab dalam kompetisinya kalah....