
Alex Iskandar.com Gembel Dunia
Anak itu menangis di trotoar jalan
meratapi nasibnya sebagai gembel dunia
tak kuasa dijewer tangan takdir
terjerungub ke debu jalanan
diinjak-injak kaki kezaliman
hancur hati remuk redam
nestapa memeluk jasad
ditampar terik mentari
bingung dalam malam pekat
tersiksa cambuk dunia
lelah meminta dari manusia kaya
anak itu tersedu-sedu
tiada yang peduli
sendiri sepi
hanya berteman setan-setan gentayangan
dingin merasuk tubuh
tiada yang peduli
tak ada yang terketuk untuk menolong
menariknya dari lumpur keperihan
anak itu berteriak dalam hati
Ya Allah,
aku gembel dunia.
tak ada yang peduli.
kecuali orang yang mencintai-Mu.
Anak itu mengurus hitam terpanggang
matanya semakin sayu
bibirnya pecah
dan perutnya lapar selalu
ia semakin kehilangan tenaga
penyakit mudah menjangkiti
tak ada uang untuk berobat
air matanya sudah tak lagi berharga
anak itu terbaring dikolong jembatan
sudah tak kuasa meski duduk
rasa sakit telah menjalar seluruh tubuh
namun ia putus asa untuk melawannya
tidak juga ia berharap pada dunia
ia nikmati neraka itu
hingga ia tak lagi ingat dan merasa
sakit itu hilang setelah melewati ufuk langit dunia
tiada lagi perih yang terasa
karena ia telah mati.
sebelum ia pergi ke sidrotul muntaha
ia berwasiat dan berdoa
semoga akulah gembel dunia yang terakhir menderita
biarlah aku saja yang merasakannya
karena aku mencintai mereka dalam kepapaanku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar