
Pagi itu neng Gayah dengan pakaian yang dekil pergi ke sawah. Padi telah menguning. Ia berjalan di galengan sawah dan melihat ke kanan kiri, "tidak ada orang" pikirnya. Ia mengeluarkan plastik hitam dari kantong celananya. dan mulai memetik tangkai-tangkai padi di sawah itu. Ia duduk untuk menghilangkan diri dari pandangan orang. Maklumlah, ia gadis yang miskin. Butuh makan dan jajan walau iseng-iseng dengan keluguannya ia mencuri. Ketika ia mengambil tangkai padi sambil duduk di atas rumput yang meninggi, ia kesulitan, tangkai padi itu terasa alot. Akhirnya ia gigit dengan giginya hingga akhirnya bibirnya tergores dan mulutnya berdarah. Tak kapok dengan lukanya itu, ia tetap menggigit tangkai-tangkai padi itu dan memasukannya ke dalam plastik.
Karena asyiknya ia tak sadar pak Haji, pemilik sawah datang dan memergokinya sedang mengambil tangkai-tangkai itu. Pak Haji menyapa, "Luh si Gayah ya? anaknya mpok Mar?" neng Gayah kaget dan salah tingkah serta menjawab, "Eh, iya pak Haji." sambil cengar-cengir. "Itu kenapa mulutnya pada berdarah?" tanya pak Haji lagi. "Eh ini tadi jatuh pak Haji." neng Gayah terpaksa berbohong. "Ayo atuh ikut ke rumah." ajak pak Haji. Neng Gayah bergidik ketakutan, pikirannya macam-macam, tapi melihat wajah teduh pak haji ia positif thinking saja.
Sampai di rumah, pak haji menawarkan ikatan-ikatan tangkai padi pada neng Gayah. "Gayah, silakan bawa pulang padi-padi itu. sekuat kamu." neng Gayah tersenyum manis berterima kasih atas kedermawanan pak Haji dan membawa satu ikat tangkai padi yang ia letakan di atas kepalanya. Ia berjalan pulang sempoyongan hingga sering ia terpeleset jatuh di galengan sawah yang ia lewati. Pak Haji tersenyum melihat tingkah lucu anak miskin itu. Ia merasa kasihan anak sekecil itu harus mencuri hingga mulutnya terluka.
Sampai di rumah neng Gayah ditanya mpok Mar. "Lah itu dari mana padi satu iket? kamu nyolong ya?" sambil keheranan. "Tidak mak, ini dari pak Haji." jawab neng Gayah. "Lah itu mulut luh kenapa berdarah?" tanya ibunya lagi. "Tadi jatuh di sawah mak." jawab neng Gayah dengan niat memang tadi di sawah jatuh bawa padi sempoyongan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar