Minggu, 11 Mei 2014

Puisi Perang Diri

Puisi Perang Diri


Aku terhempas ombak yang dahsyat
menggoncang jiwa
membungkam mulut
membingungkan
seakan langkah kaki terhenti
dalam kebisuan dan sepi
malam semakin gelap
seakan hilang arah tujuan
sedih nestapa
Oh malam kau jadi teman setia
dengan zikir jangkrik
dan suara burung hantu
tak jemu kutatap bintang-bintang
mencari tahu pada awan hitam
berbincang dengan kabut
sendu sepi
Oh hati yang merana
dalam kesepian ini
mencari penghibur hati yang baik hati
kutenggelamkan diri pada zikir dan quran
mencari cahaya dalam gelap hidup
aku terjatuh dan terjatuh
nafsu selalu mengajak kepada keburukan
aku berperang dan berperang
hatiku ditikam belatinya
aku kembali bangkit dan ku tebaskan pedangku
ia licik dan lihai dalam perang ini
dan aku selalu memeranginya
hingga kemenangan datang
dan pertolongan Tuhan turun
dengan pendekar langitnya yang gagah
malaikat keabadian
pembawa rahmat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pertarungan Timur dan Barat

Diambil dari Ceramah Abah Uci Cilongok Sekarang negara mana yang benar-benar memegang Syariat. tidak ada. Sebab dalam kompetisinya kalah....