
Sinan anak petani. Ayahnya juga mencari tambahan hidup dengan memasang bubu atau pengumpul ikan di galengan. Lumrahnya orang dulu itu takut pada ayahnya. Sinan kecil pun begitu takut kepada ayahnya yang galak. Ketika bubu ayahnya hilang pada pagi hari, Sinan diomelin habis-habisan dan tak diperbolehkan masuk rumah dan tak dikasih makan. Ayah Sinan mengancam, jika hilang lagi maka ia tak akan dikasih makan dan masuk rumah. Sinan pun nekat. Pada malam harinya ia menunggu si pencuri bubu di sawah. Bubu yang dipasangnya ia tunggu semalaman. Karena banyak nyamuk yang menggigit, Sinan mengubur dirinya di tanah dan hanya mengeluarkan kepalanya saja, karena penasaran siapa yang selama ini mencuri bubunya.
Malam semakin larut dan nyamuk semakin tak kenal kasihan mengigiti, tapi Sinan bersabar dan tetap bertahan. Akhirnya ada suara orang datang, hatinya berdegup kencang. Suara itu dari belakangnya dan betapa kesalnya Sinan, pencuri bubu itu menginjak kepalanya hingga mukanya penuh lumpur. Sinan mengaduh dan si pencuri lari terbirit birit karena ada makhluk penunggu bubu. hehehe cuma berbagi..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar