Kanud Bersyair
Kanud Bersyair
Kanud Bersyair
Di pagi yang cerah itu Kanud bermain di sawah belakang rumahnya. ia melangkah di atas galengan berumput hijau dengan bintik bintik embun pagi yang berkilau terkena sinar mentari pagi. ia melihat beberapa keong mas berkumpul di pinggir galengan. seperti resepsi perkawinan masal. Kanud menatap awan di langit, berarak membentang cakrawala. Dahinya mengkerut, ia berkata dalam hati. "Tuhanku, engkau tak ciptakan ini semua dengan sia-sia." lalu ia kembali melangkah mengikuti hatinya yang sedang senang. ia melihat beberapa ikan kecil di kalenan kecil di tengah pesawahan. seperti terhibur melihatnya. Kanud bisa menjadi senang hanya dengan berjalan-jalan di pesawahan kampung halamannya. ia mensyukuri hidupnya yang sederhana.
Kanud duduk di atas rumput di tengah pesawahan nan hijau. Ia bersyair:
Oh keindahan embun pagi nan elok
diiringi semilir angin pagi
cerah dengan rumput menghijau
Aduhai indahnya
ku lihat air bening di sawah
bening laksana kaca
nuansa syahdu hatiku
kedamaian hidup yang banyak dicari
walau aku tak pernah ke London dan Paris
ku temukan kebahagiaan dalam setiap partikel di alam raya..
kebahagiaan dari relung hati yang ikhlas menerima pemberian Tuhan
atas anugerah hidup yang kudapatkan.
untuk memuja-Mu
sang Maha Indah....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar