Kamis, 27 Februari 2014

Tarian Angin

Tarian Angin

Alex Iskandar.com

Tarian Angin
Angin menari-nari di atas dedaunan,
 menggiring awan hitam yang tak bermentari.
 hujan seakan hendak terjun dari ketinggian yang tak terukur.
dan seekor katak bernyanyi memanggil-manggil belas kasih tuhan dalam tetes-tetes jernih air.
dan ikan ikan pun berjoged dengan siripnya yang menawan. berwarna-warni penuh keelokan.
kawanan kambing berjalan perlahan dengan tenang.
gerimis mengundang para gadis desa itu untuk berteduh di balik pohon-pohon rindang.
dua pasang burung kutilang berdekatan dengan kekasihnya.
bunga-bunga berbicara pada gerimis, kehadiranmu membuatku basah.
gerimis berkata, aku datang membawa kesegaran kehidupan.
denganku, bumi hidup setelah mati.
denganku, pohon-pohon menghijau,
denganku, taman cinta bersemi.
aku adalah rahmat untuk bumi.
aku adalah rizki yang turun.
denganku makhluk bumi minum
denganku mereka memenuhi berbagai kebutuhan.
tapi ada beberapa orang yang menghardikku.
karena ingin kecerahan mentari selamanya meliputi bumi.
duhai anak bodoh, alam sudah diatur  oleh sang penciptanya.
jika terus panas, kau terbakar,
jika terus hujan kau tenggelam.
siang, malam, dingin panas, tidur terjaga, hitam putih, gelap terang, semua dalam aturan yang teliti.
hidup adalah anugerah, mata tersenyumlah dan syukurilah.
mungkin esok hari kau tidak akan bisa tersenyum lagi.
awan, mulai tergesa berlari, menyinggir seperti ada sang raja yang datang.
tentara tetes hujan pun berhenti.

setelah teduh yang pekat dan derah hujan yang membawa kesejukkan
sang cahaya berkilau perak menerobos gelap awan laksana sinar laser yang tajam
dan bumi pun mulai terang dan jadilah daun dan bunga-bunga berkilau laksana permata yang indah.
ooh,,, betapa indahnya pesona alam ini.
kesibukanku menutup hatiku,
setelah aku tenang dan membuka mata, hati dan pikiran.
ternyata alam berkisar dalam harmoni. keseimbangan yang menakjubkan.
lihat lah di sekelilingmu, angin yang berhembus, bayi yang lahir, pertumbuhan bunga yang mekar.
semua dalam harmoni cinta yang indah
nuansa-nuansa ilham yang tak terbatas.
diamlah sejenak dalam tarian angin
atau tenang laksana karang lautan
tataplah lautan di hatimu
kau akan menemukan mukjizat agung ada si sekitarmu..
mukjizat kehadiran kemahakuasaan sang Pencipta.
dan cinta yang begitu dekat.


terima kasih atas kunjungannya...salam sastra.
Pulo Aren, Sabtu 4 Januari 2014 14:49

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pertarungan Timur dan Barat

Diambil dari Ceramah Abah Uci Cilongok Sekarang negara mana yang benar-benar memegang Syariat. tidak ada. Sebab dalam kompetisinya kalah....