Selasa, 07 Juni 2016

Kampung-Kampungku

Kampung-Kampungku
Kampung-Kampungku
Kampung-Kampungku
Kampung-Kampungku

Pagi ini aku tinggalkan tikar tidurku. berganti pakaian dan keluar menapaki jalan yang hampir terang karena matahari terbit. hari ketiga puasa ramadhan. aku ingin olah raga, berjalan dari kampung ke kampung. menghirup udara segar. Menatap pemandangan hijau pesawahan dan pepohonan rindang. aku berjalan di kampung-kampung yang mulai padat di huni. kulewati proyek-proyek perumahan yang akan dibangun. Sawah-sawah di gusur dan akan jadi perumahan. Positifnya mungkin kampungku akan jadi kota yang ramai. sisi buruknya, mungkin kami nanti akan impor beras.. 

Beberapa kali di jalan aku berjumpa dengan anak-anak yang mengenalku. Karena sehari-hari aku bekerja di toko foto copy depan sekolah SMP. Sudah hampir dua tahun aku merangkak-rangkak mengurus perusahaan kecilku. Perjalanan jauh yang ku tempuh membuat kakiku terasa sakit. mungkin tidak terbiasa berolahraga. Banyak pemandangan yang menjadi pelajaran pagi ini. banyak kulihat rumah-rumah yang megah, tapi lebih banyak lagi rumah-rumah yang rombeng dengan pemandangan seorang kakek atau nenek tua yang duduk di depannya. Sampai aku berfikir, banyak pabrik dibangun dan beroperasi di Bekasi ini. tapi orang pribumi masih banyak yang kekurangan. Ini salah siapa? 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pertarungan Timur dan Barat

Diambil dari Ceramah Abah Uci Cilongok Sekarang negara mana yang benar-benar memegang Syariat. tidak ada. Sebab dalam kompetisinya kalah....