
Senandung Gelap
Duhai angin
hembuskan udara lembut pada tubuhku
menarilah bersamaku
dan menertawakan dunia
kulihat ribuan wajah
dengan segala ekspresinya
hidup yang sengsara dan gembira
roda berputar
adil dan zalim
Aku daki gunung yang indah
dan ku turuni lembah
ku duduk diatas batu
kulihat senyum pada bunga-bunga
akupun bahagia
kupanjatkan doa doa penembus langit
harap dan kecewaku bercampur
aku hilang arah
bersedih dalam senyum
dan menangis dalam tawa
aku masuk kedalam gelap
dan tak kutemukan matahari
rakyatku terpasung dan mengeluh
dunia yang menua
kehancuran yang indah dilihat mata
aku tertipu dan banyak pula yang tertipu
aku menari dalam hitam pekat hidupku
aku terbodohi dan tak sadar
bahwa ada kejayaan yang lebih harus kita perjuangkan
dari pada dunia dan seisinya
yakni kejayaan rohani yang tak memandang materi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar